username
password
daftar | lupa password  
Keranjang Belanja | Detail
barang, Rp ,-
Di luar PPN, diskon %
 
Cari produk:
 
Halaman Muka
Produk
Voucher MUM
Lisensi (dgn DOM)
Lisensi (tanpa DOM)
Upgrade Lisensi
Cloud Router Switch
Interface
Switch
MikroBits Switch
RouterBoard (only)
Router Indoor
Wireless Indoor NEW
Router Outdoor
RouterBoard 2011
RouterBoard 3011
MikroBits Aneto
MikroBits Ainos
MikroBits Celoica
MikroBits Dinara NEW
Cloud Core Router
Wireless Indoor 800
Wireless Outdoor 800
Wireless Indoor 493
Wireless Indoor 433
Wireless Outdoor 433
Wireless Outdoor 435
Wireless Indoor 411
Wireless Outdoor 411
Wireless Outdoor 900
Wireless Outdoor 711
Groove
Metal
Embedded 2.4GHz
Embedded 5.xGHz
Indoor Antenna
RF Ellements
Outdoor Antenna
SFP Transceiver
Mikrobits Fiber Patch
NetProtector NEW
Perlengkapan Lain
Discontinued
Rancang Sendiri
Aplikasi Bantu
Pelatihan
Manual & Dokumentasi
Download Area
Artikel
Tips & Trik
Mikrotik @ Media
Fitur & Penggunaan
Tentang Kami
Aturan & Tata Cara
Layanan Pelanggan
BGP-Peer NEW
Kontak Kami
 
 
 

Artikel

Kategori : Fitur & Penggunaan
Fitur Security, Backup/Recovery dan Reset pada MikroBits Switch PICO
Sebelumnya kita sudah membahas mengenai fitur-fitur dari MikroBits Switch Pico, seperti Port Management, VLAN, QoS, Spanning Tree, dll. Satu lagi fitur utama dari MikroBits Switch PICO adalah sebuah fitur yang difungsikan untuk keamanan (security). Untuk fungsi dan konfigurasi dari fitur ini tidak terlalu kompleks dan cukup sederhana.
Fitur IP Accounting di RouterOS Mikrotik
Router Mikrotik memiliki beberapa tool yang bisa digunakan untuk melakukan monitoring/pemantauan terhadap traffic yang lalu lalang di router. Semua tool tersebut dapat digunakan untuk memudahkan admin jaringan dalam melakukan pemantauan jaringan maupun pencatatan laporan penggunaan internet. Pemantauan berkala seperti rata-rata penggunaan bandwith perbulan sampai yang harus real time disediakan oleh Mikrotik.
Implementasi VLAN dengan MikroBits PICO
Sebagai sebuah produk Switch Manageable, MikroBits PICO dilengkapi fitur untuk dapat me-manage distribusi VLAN. Ada 2 metode VLAN yang dapat diterapkan pada MiroBits PICO yaitu Port Based VLAN dan Tag Based VLAN. Artikel kali ini kita akan mencoba melakukan konfigurasi VLAN pada MikroBits PICO dengan metode Tag Based VLAN
Spanning-Tree Protocol di MikroBits PICO
Pada produk Switch Manageable MikroBits PICO ditambahkan fitur baru yaitu Protokol (R)STP. Spanning-Tree Protocol pada umumnya digunakan sebagai preventif untuk Broadcast Storm atau looping pada jaringan Switching/Bridging sehingga kita bisa menerapkan failover System.
[REVIEW] MikroBits Switch PICO
Pada beberapa waktu yang lalu Citraweb, selaku Distributor resmi produk MikroTik dan juga developer MikroBits Series telah me-release produk switch manageable PoE yaitu Mikrobits Sierra. Kali ini juga akan mengembangkan sebuah produk switch manageable PoE dengan model/ukuran yang lebih kecil dibanding MikroBits Sierra. Produk ini diberi nama MikroBits PICO.
CSS326-24G-2S+RM Smart Switch baru dengan SwOS
Produk baru hadir ditengah keluarga Switch Mikrotik. Beberapa waktu yang lalu Mikrotik(dot)com merilis produk CSS326-24G-2S+RM. Cloud Smart Switch yang memiliki 24 Port Gigabit dengan 2 interface SFP+ dan Design Casing Rackmount ini menggunakan Operating System SwOS seperti serie switch 250 dan 260 yang lebih dahulu ada.
Konfigurasi Dasar MPLS di MikroTik
Multiprotocol Label Switching (atau disingkat MPLS) merupakan sebuah metode transmisi data yang menggunakan label untuk melakukan forwarding paket data. Dengan penggunaan label ini maka pengiriman paket data akan dilakukan dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok yang ditransmisikan tidak terkait dengan kelompok lainnya. Dengan penggunaan label dalam transmisi data MPLS merupakan metode transmisi dengan beban proses yang minimal.
Protected Bootloader
Di Mikrotik terdapat sebuah fitur yang berfungsi untuk melakukan proteksi terhadap akses ke system router terutama berkaitan dengan penggunaan tombol reset. Fitur tersebut adalah "Protected RouterBOOT".
Review Cloud Core Router with Combo Port
Mikrotik Memperkenalkan produk terbarunya belum lama ini yaitu CCR with Combo Port, menggantikan CCR1009-8G-series yang sudah discontinued. Artikel ini akan membahas fungsi dan cara kerja Combo Port pada seri produk CCR terbaru tersebut.
Streaming Video dengan Multicast (PIM) Routing
Pada artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai macam-macam tipe pengiriman data atau Address Type pada komunikasi di IPv4 dan juga IPv6. Salah satu jenis tipe pengirimannya adalah Multicast. Untuk lebih mengetahui penggunaan Multicast, kita akan mencoba sebuah contoh kasus yaitu streaming video mengggunakan tipe komunikasi Multicast pada Mikrotik.
EoIP + IPSec pada RouterBoard dengan HW Encryption
Pada versi RouterOS yang baru pada fitur IP Tunnel seperti EoIP, IPIP, GRE Tunnel sudah ditambahkan sebuah parameter untuk konfigurasi IPSec. Dengan demikian kita bisa membangun sebuah link IP Tunnel sekaligus melakukan konfigurasi keamanan menggunakan IPSec. Berkaitan dengan hal tersebut, pada artikel ini akan dibahas contoh konfigurasi Tunnel+IPSec serta melakukan review singkat tentang Hardware (HW) Encryption.
Address Type
Penggunaan IP Address merupakan hal sangat penting untuk membentuk sebuah komunikasi antar perangkat yang terhubung ke jaringan. Setiap jaringan yang dibangun tentunya memiliki model yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Dengan perbedaan topologi suatu jaringan maka terdapat juga perbedaan dalam penggunaan jenis alamat (Address Type). Secara umum dalam dunia networking dikenal ada 4 macam 'Address type', yaitu Unicast, Broadcast, Multicast, Anycast. Masing-masing jenis tersebut memilki perbedaan dalam fungsi transmisi data.
Penerapan action Netmap & Same pada Mikrotik
Pada RouterOS terdapat berbagai fitur yang sering digunakan, salah satunya adalah Firewall. Network Address Translation atau disingkat NAT merupakan salah satu fungsi pada firewall yang digunakan untuk melakukan pengubahan IP Address pengirim maupun penerima dari sebuah paket data. Terdapat 2 tipe NAT, yakni Source NAT (srcnat) dan Destination NAT (dstnat). Sudah banyak artikel yang kita bahas mengenai contoh penggunaan dua tipe NAT tersebut. Jika kita menggunakan fitur source NAT maka action yang digunakan adalah src-nat atau masquerade. Sedangkan fitur destination NAT, action yang digunakan adalah dst-nat atau redirect. Namun selain menggunakan action src-nat, dst-nat, masquerade ataupun redirect, kita juga dapat menggunakan action lainnya, yakni Netmap & Same. Seperti apa kegunaan dan contoh penerapannya? Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai penggunaan action Netmap & Same.
Perbedaan Mode Station Pada Jaringan Hotspot
Salah satu fitur yang terdapat di dalam mikrotik yang digunakan untuk menghubungkan perangkat network yang satu dengan yang lainnya adalah wireless. Ada beberapa mode wireless yang sering digunakan sesuai dengan fungsinya. Nah, artikel kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan penggunaan mode wireless disisi station pada jaringan hotspot.
Link Aggregration pada MikroBits Sierra [part 2]
Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai bagaimana membuat Link Aggregration pada Mikrobits Sierra. Nah, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai 'Link Aggregation pada Mikrobits Sierra', namun kita akan menekankan pembahasan mengenai kapabilitas apabila dilihat dari penggunaan tiap Group di MikroBits Sierra dan penggunaan mode bonding.
Fitur Baru - Loop Protect
Ketika kita dengan "sengaja" maupun tidak sengaja menancapkan kabel LAN dari satu port ke port yang lain pada switch yang sama maka yang akan terjadi adalah lopping pada jaringan tersebut. Loop pada jaringan terjadi karena switch yang menghubungkan kabel dengan dirinya sendiri atau menghubungkan dua switch atau lebih. Ketika perangkat tersebut saling terhubung dengan kondisi tersebut maka akan terjadi lonjakan paket data pada kedua switch tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa menggunakan fitur baru yakni fitur Loop Protect.
Setting VLAN dengan Switch-chip pada Routerboard
Sepert halnya pada switch manageable yang beredar saat ini, switch-chip di Routerboard juga bisa mengimplementasikan atau mampu melakukan forwarding paket dengan melakukan VLAN. Lalu, bagaimana mengkonfigurasikannya? Nah, artikel kali ini kita akan mencoba melakukan setting VLan dengan menggunakan fitur switch-chip pada routerboard Mikrotik.
Bridge Looping
Bridge merupakan perangkat yang bertugas untuk menghubungkan antar host dalam satu segmen jaringan. Dengan kata lain Bridge seperti sebuah jembatan yang menghubungkan antar perangkat layaknya sebuah switch. Perbedaan bridge dengan switch sudah pernah dibahas disini. Jika bridge ini tidak berfungsi, maka trafik antara antar host jaringan tersebut menjadi tidak dapat terhubung. Agar host didalam jaringan tersebut tetap bisa terhubung maka setidaknya harus ada dua bridge untuk menghubungkan kedua jaringan tersebut. Walaupun kedua bridge ini berfungsi, namun secara teori hanya satu saja yang berfungsi. Kenapa bisa begitu, karena apabila keduanya berfungsi maka akan terjadi redundansi link (jalur) antara kedua bridge dalam jaringan. Akibatnya akan menghasilkan looping pada segmen jaringan tadi. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai bridge looping.
Pemilihan Chain pada Bridge Filter
Jika minggu lalu kita telah membahas mengenai perbedaan antara Bridge dan Switch. Kali ini kita masih akan membahas seputar penggunaan Mode Bridge. Pada artikel yang berjudul "Management Bridge Client" telah dijelaskan mengenai penggunaan fungsi bridge filter ini. Dan sekarang kita akan menjelaskan terkait penggunaan paramenter chain yang ada pada fitur bridge filter tersebut.
Perbedaan Bridge dan Switch
Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana membuat beberapa interface pada MikroTik untuk menjadi satu sagment. Ada beberapa pilihan yang dapat kita gunakan yakni menggunakan bridging atau menggunakan switching. Keduanya memberikan hasil yang seakan sama namun sebenarnya ada perbedaannya. Kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan antara Bridge dan Switch.
Apa Itu Flashfig?
Apabila kita pernah melakukan trouleshooting routerboard menggunakan Netinstall, mungkin kita pernah menemukan sebuah tombol command 'Flashfig'. Dan walaupun kita pernah menggunakan netinstall mungkin sebagian dari kita masih belum mengetahui apa fungsi dari tombol 'Flashfig' tersebut.
Perbandingan Performa RB450G,RB850Gx2 dan RB750Gr3
Ada yang baru dari produk Mikrotik. Penasaran produk baru seperti apa yang diperkenalkan oleh Mikrotik. Bagi yang mengikuti MUM di Indonesia 2016 lalu pasti tahu. Benar, produk tersebut adalah RB750Gr3 atau biasa disebut juga dengan hEX. Routerboard RB750Gr3 ini merupakan pembaharuan dari routerboard RB750Gr2 yang statusnya sekarang sudah discontinued. Kemudian yang menjadi pertanyaan, bagaimana performanya bila dibandingkan dengan seri RB450G dan RB850Gx2? Mungkin diantara kita ada yang penasaran dan masih bingung dalam menentukan pilihan mana yang lebih baik dari kedua produk tersebut.
DHCP Server dan DHCP Client IPv6 di MikroTik
IPv6 memiliki struktur pengalamatan yang berbeda dengan IPv4. Dengan panjang 128-bit dan ditulis dengan 8 grup dari Hexadecimal mungkin sedikit lebih membutuhkan waktu untuk konfigurasi IPv6 dibanding IPv4 yang hanya 32-bit. Namun disamping itu IPv6 juga memberikan kemudahan untuk distribusi IP Address. Untuk IPv6 secara otomatis akan melakukan auto-configuration.
Simple Route IPv6 di MikroTik
Selain fungsi dari MikroTik adalah melakukan routing antar segment di jaringan IPv4 tetapi juga bisa digunakan untuk routing pada jaringan IPv6. Pada artikel sebelumnya sudah kita bahas secara ringkas apa itu IPv6 dan sekarang kita akan mencoba untuk melakukan implementasi sederhana tentang bagaimana caranya kita melakukan konfigurasi IPv6 di MikroTik dan juga bagaimana setting jalur routingnya.
IPv6 Overview
IPv6 (Internet Protocol versi 6) adalah sebuah protokol internet yang digunakan untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar perangkat-perangkat di dalam jaringan berbasis TCP/IP. IPv6 merupakan generasi terbaru yang sebelumnya adalah IPv4.  Protokol internet ini dikembangkan oleh IETF (Internet Engineering Task force). Mungkin belum terlalu banyak untuk penggunaan IPv6 namun seiring perembangan teknologi dan keterbatasan ruang pengalamatan dari IPv4 secara data penggunaan IPv6 semakin meningkat dari setiap tahunnya.
Virtual Routing Forwarding (VRF)
Secara konsep dasar untuk konfigurasi IP Address di interface perangkat router, kita harus menambahkan IP Address yang memiliki subnet berbeda pada dua atau lebih interface router. Hal ini dikarenakan setiap interface secara default ditujukan untuk keperluan routing yaitu menghubungkan network yang berbeda subnet. Jika kita menambahkan dengan IP address dengan subnet yang sama di lebih dari satu interface router maka akan mengakibatkan pembacaan rule routing pada system router menjadi kacau.
DHCP Security : Add ARP Leases, Address Pool Static-Only, DHCP Alert
Distribusi IP Address secara dinamis memang memudahkan kita untuk pengelolaan perangkat-perangkat yang terkoneksi ke dalam network. Terlebih lagi perangkat-perangkat tersebut adalah jenis mobile device yang tidak secara statis tersambung ke network tersebut. Nah, untuk kebutuhan tersebut kita perlu mengaktifkan DHCP Server pada network kita. Selain sebagai distribusi IP Address secara dinamis kita bisa melakukan beberapa konfigurasi pada DHCP Server sebagai langkah preventif/pencegahan dan keamanan.
Port Mirroring pada Switch MikroTik
Ada banyak cara bagi administrator jaringan untuk dapat melakukan monitoring kondisi jaringan. Monitoring tidak selalu berarti ingin tahu apa yang dilakukan user atau bahkan mengganggu privasi user, namun lebih tepatnya memantau kondisi jaringan agar dapat membuat performa jaringan lebih baik dan lebih aman dimasa yang akan datang. Monitoring bisa dengan mudah diimplementasikan, salah satunya dengan menggunakan fitur port mirroring. Fitur ini hanya dapat diimplementasikan pada switch MikroTik atau router yang memiliki switch chip.
VLAN over EOIP
Pada artikel sebelumnya mengenai pembahasan VLAN topologi yang dibangun adalah dalam lingkup jaringan lokal. Lalu bagaimana jika kita ingin distribusi VLAN akan kita buat untuk jaringan lokal yang berada di tempat yang berbeda. Sebagai contoh kasus misal VLAN didistribusikan dari kantor A yang berada di Yogyakarta ke kantor B yang berada di Jakarta. Sebagaimana koneksi antara 2 site atau lebih yang terpaut jarak yang jauh, bisa menggunakan jaringan internet. Atas dasar itulah kita akan menggunakan jaringan internet untuk distribusi VLAN.
Implementasi Q-in-Q pada Cloud Router Switch
Bagi admin jaringan yang harus memanagement banyak client tentu tidak asing dengan fitur VLAN. Dimana dapat membuat jalur virtual lebih dari satu pada satu link fisik. Fitur ini basanya digunakan untuk mengatasi resource interface fisik yang terbatas. Pada artikel sebelumnya, kita sudah pernah membahas mengenai VLAN, tepatnya di artikel berikut. Biasanya VLAN diimplementasikan dengan master-port interface lain, dimana hanya akan ada satu vlan tag dalam ethernet frame. Namun pada implementasi yang lebih kompleks, terkadang ada saat dimana kita membutuhkan VLAN didalam VLAN, yang disebut dengan Q-in-Q.
Koneksi SSTP dengan Mobile Client
Berkaitan dengan pembahasan sebelumnya mengenai SSTP dan pembuatan sertifikat SSL dengan aplikasi openSSL, untuk kali ini kita akan mencoba membahas bagaimana jika pembuatan sertifikat akan dilakukan pada RouterOS secara langsung. Mulai RouterOS versi 6.xx, MikroTik sudah menambahakan fitur untuk membuat sertifikat SSL. Nah, apakah langkah-langkah pembuatannya lebih mudah dari openSSL atau malah lebih rumit? Kemudian apakah sertifikat tersebut bisa digunakan untuk membangun SSTP dengan perangkat non-MikroTik ?
Port Based VLAN pada MikroBits Switch - Sierra
Port-based VLAN merupakan fitur dimana mampu membuat segmen yang berbeda dalam satu switch. hampir milin dengan VLAN berbasis vlan-id, hanya saja lebih sederhana secara konfigurasi dan implementasi.
OSPF over VPN PPTP
Untuk menghubungkan subnet jaringan yang berbeda maka kita perlu melakukan routing. Routing ini merupakan sebuah kebutuhan yang penting dalam dunia networking. Agar dapat melakukan routing kita memerlukan sebuah perangkat yang bernama router. Telah banyak produk roter yang telah dikembangkan pada saat ini dan salah satu yang paling populer di Indonesia adalah RouterBoard MikroTik. Untuk routing ini secara umum dibagi menjadi dua jenis metode yang bisa digunakan yaitu Static Route dan Dinamic Route. Untuk jaringan dengan skala kecil kita bisa memanfaatkan metode routing dengan static route. Static route ini kita diharuskan untuk menentukan jalur secara manual sehingga network yang ada bisa saling berkomunikasi. Namun jika yang kita management adalah jaringan dengan skala besar maka tentu static route sukup sulit untuk diimplementasikan. Sebagai solusi kita bisa menggunakan metode yang kedua yaitu Dinamic Route. Pada MikroTik sendiri ada beberapa fitur yang bisa digunakan untuk Dinamic Route diantaranya adalah OSPF, BGP, RIP. Nah, kali ini kita akan membahas untuk Dinamic Route dengan fitur OSPF yang ada di MikroTik. Fitur ini cukup baik untuk diimplementasikan sebagai dinamic routing yang menghubungkan jaringan-jaringan dalam segment lokal. Contoh kasus dan konfigurasinya bisa dilihat pada artikel sebelumnya disini. Akan tetapi bagaimana jika kita ingin menghubungkan jaringan lokal melalui internet dengan menggunakan Dinamic route OSPF.
Link Aggregration pada MikroBits Sierra
Selain menjadi switch manageable untuk kebutuhan vlan, MikroBits Sierra memiliki fitur Link Aggregation. Link aggregation ini merupakan fitur optional  yang tersedia pada ethernet gateway (switch) dan bekerja dengan memanfaatkan Layer 2 Bridging. Link aggregation digunakan untuk menggabungkan beberapa port ethernet menjadi single link secara logic.
Membuat Address List Berdasarkan Domain Name
Dengan di-releasenya RouterOS versi terbaru yaitu 6.36, sebuah fitur baru ditambahkan pada system. Walaupun masih dalam versi testing (RC) fitur ini bisa dicoba untuk diimplementasikan. Dengan fitur baru ini kita bisa menambahkan pada Address List dengan nama domanin sebuah website. Pada versi sebelumnya secara default penambahan Address List harus menggunakan IP Address. Hal ini cukup membantu dalam management koneksi berdasarkan source (asal) maupun destination (tujuan) yang kita daftarkan ada Address List. Terlebih lagi jika management dilakukan untuk koneksi website sehingga kita tidak perlu kesulitan mencari berapa IP Public yang digunakan oleh website tersebut.
[REVIEW] Embedded Wireless RB LHG-5nD
Sebuah produk baru telah diluncurkan oleh MikroTik. Produk ini merupakan sebuah perangkat embedded wireless yang mana sudah include routerboard, wireless card dan juga antenna. Bukan pertama kali ini MikroTik mengeluarkan produk embededd wireless, sebelumnya juga sudah ada beberapa produk seperti SXT Series, OmniTik, QRT Series. Dengan dikeluarkannya perangkat embedded wireless ini semakin memudahkan kita dalam membangun jaringan wireless. Kita tinggal memilih perangkat sesuai dan langsung di aplikasikan di lapangan tanpa harus kesuliatan memilih perangkat pendukung (jenis antenna, jenis wireless card, Router) apabila dijual secara terpisah.  Kali ini kita akan melakukan review produk tersebut. Dari MikroTik sendiri produk ini diberi nama dengan Embbeded Wireless RB LHG-5nD.
Port Forwarding pada Multiple Gateway
Salah satu kebutuhan jaringan adalah akses aplikasi atau perangkat yang ada di jaringan lokal melalui jaringan public. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk melakukan konfigurasi ini yaitu dengan menggunakan Port Forwarding atau dalam istilah lain disebut sebagai Port Mapping. Metode ini digunakan biasa karena aplikasi atau perangkat tersebut menggunakan IP Private/Local sehingga kita tidak bisa secara langsung melakukan akses dari jaringan public. Cara yang paling mudah sebenarnya kita bisa memasang IP Public pada aplikasi atau perangkat tersebut dan kita secara langsung bisa melakukan remote atau akses dari jaringan Public.
Review dan Implementasi VLAN pada Mikrobits Switch-Sierra
Setelah sukses dengan produk router Mikrobits, sebuah produk baru yang dikembangkan oleh Citraweb (Mikrotik Indonesia) yaitu Mikrobits Switch-Sierra. Produk ini termasuk sebuah produk switch manageable yang juga di-develop oleh Citraweb.
Load Balance metode NTH
Seiring dengan perkembangan teknologi khususnya dalam bidang internet, banyak sekali bermunculan Internet Provider (ISP). Dan tidak bisa dipungkiri untuk saat ini kebutuhan akan internet merupakan sebuah kebutuhan yang pokok. Mulai dari akses informasi sampai jual-beli online sudah menjadi hal biasa. Karena didorong oleh banyaknya permintaan dari masyarakat akan koneksi internet, maka banyak perusahaan internet provider berlomba-lomba memberikan layanan dan juga produk yang terbaik. Dan tak khayal saat ini banyak tawaran untuk koneksi internet dengan harga yang semakin terjangkau. Dan bahkan mungkin diantara kita juga ada yang berlangganan service internet lebih dari satu provider. Nah, dengan multiple gateway ini cukup penting dalam sisi management sehingga koneksi internet yang kita miliki bisa berjalan secara optimal untuk masing-masing link. Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah dengan cara load balace. Dari load balance sendiri ada beberpa mekanisme yang bisa digunakan antara lain ECMP (Equal-Cost Multiple Path), NTH, PCC (Per-Connection Classifier). Pada artikel sebelumnya telah kita bahas metode ECMP & PCC, dan supaya lebih lengkap kali ini kita akan membahas mengenai load balance dengan NTH.
Sinkronisasi Waktu Otomatis di Routerboard
Bagi kita yang sering menggunakan fitur scheduler atau juga parameter time shingga kita bisa melakukan management terhadap koneksi user berdasarkan waktu yang telah kita tentukan. Supaya fungsi ini dapat berjalan dengan baik maka sangat erta kaitannya dengan konfigurasi router pada menu "system --> clock". Sebagaimana yang kita ketahui routerboard tidak memiliki sebuah komponen yang dapat menyimpan konfigurasi waktu secara real-time baik ketika posisi offline maupun online. Apabila pada perangkat PC/Laptop kita mengenal dengan istilah baterai CMOS.
[Review] RB3011UiAS-RM vs RB1100AHx2
Untuk tema kali ini masih seputar review produk yang mana untuk minggu kemarin telah kita coba untuk membandingkan performa antara RB3011UiAS-RM dan RB2011UiAS-RM. Dan sekarang juga sama, kita akan mencoba membandingkan performa antara RB3011UiAS-RN dan RB1100AHx2. Pada setting sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa RB3011UiAS-RM masih lebih unggul dibanding RB2011UiAS-RM, lalu bagaimana dengan RB1100AHx2?
Perbandingan Performa RB3011UiAS-RM vs RB2011UiAS-RM
Ok, kali ini kita akan sedikit melakukan review perbandingan antara produk RB3011UiAS-RM dan RB2011UiAS-RM. Mungkin diantara kita ada yang bingung untuk menentukan pilihan lebih baik menggunakan produk yang mana dari kedua produk tersebut. Oleh karena itu disini kita akan mencoba melakukan beberapa test performa dari kedua Routerboard diatas. Manakah yang memeliki performa lebih baik dan kita tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
Universal Plug and Play (uPnP)
MikroTik RouterOS telah mensupport sebuah fitur yaitu Universal Plug and Play untuk koneksi jaringan peer-to-peer dari perangkat-perangkat yang ada. Sehingga dengan fitur ini memungkinkan untuk melakukan komunikasi data antara perangkat-perangkat yang terkoneksi secara dinamic. Jadi secara otomatis perangkat tersebut melakukan discovery dan bergabung ke jaringan tanpa perlu konfigurasi secara manual.
Interkoneksi Jaringan dengan GRE Tunnel
GRE (Generic Routing Encapsulation) adalah sebuah tunnelling protocol yang sebenarnya dikembangkan oleh Cisco System. Dengan menggunakan protokol ini kita dapat melakukan enkapsulasi berbagai protokol yang dibuat untuk kebutuhan link virtual point-to point. Selain GRE Tunnel pada MikroTik juga memiliki tunnelling protocol yang lain seperti EoIP dan IPIP yang mana pembahasannya telah lalu. Baik jenis GRE, EoIP, IPIP yang semua pada dasarnya dikembangkan sebagai 'stateless tunnel'. Dimana ketika terdapat link tunnel yang down, maka semua trafik yang melewatinya akan terkena drop/blackhole. Nah, untuk mengatasi hal ini di RouterOS ditambahakan sebuah fitur 'keepalive' pada GRE Tunnel. Dengan GRE Tunnel ini akan ditambahakn sebanyak 24 byte di packet header (4-byte gre header + 20-byte IP header).
Upgrade ROS - Tanpa Menghilangkan Lisensi
Routerboard MikroTik adalah sebuah perangkat router yang didalamnya terdapat berbagai macam fitur networking. Sehingga berbagai kebutuhan networking bisa di cover dengan satu perangkat. Untuk mendukung kebutuhan tersebut Routerboard menggunakan sebuah operating system yang di-develop sendiri oleh MikroTik yaitu disebut dengan ROS (Router OS).  Dengan seiring perkembangan teknologi jaringan, maka beberapa versi Ruter OS pun juga dibuat yang pada awalnya dari versi 2.x dan hingga saat ini versi terbaru 6.35. Mungkin diantara kita sudah bisa melakukan upgrade & downgrade versi RouterOS untuk mencari fitur yang dibutuhkan atau juga mungkin mendapatkan performa router yang optimal. Namun, ada sebuah problem dalam hal "Upgrade & Downgrade" ini, apabila kita mempunyai perangkat router dengan versi ROS yang lama dan dilakukan upgrade ke versi terbaru akan menghilangkan lisensi router tersebut. Lalu, apakah penyebabnya dan bagaimana solusinya?
Wireless Repeater, Fitur Baru di MikroTik
Beberapa pengembangan terus dilakukan oleh MikroTik untuk memberikan performa perangkat yang baik. Salah satunya dengan me-release versi RouterOS terbaru yaitu 6.35, MikroTik menambahkan sebuah paket baru yaitu Wireless-Rep. Dengan penambahan paket ini maka terdapat sebuah fitur baru pada wireless router MikroTik. Apabila kita sering mendengar istilah wireless roaming di MikroTik, biasanya banyak yang berasumsi menggunakan fitur WDS. Nah, selain menggunakan WDS untuk saat ini kita bisa memanfaatkan fitur baru tersebut yaitu Wireless Repeater.
Router MikroTik sebagai WPS Client
Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas sebuah fitur di Mikrotik yaitu WPS (Wi-Fi Protected Setup). Fitur ini merupakan salah satu metode autentikasi untuk koneksi nirkabel dengan memanfaatkan WPS Button. Pengertian apa itu WPS lebih lanjut bisa kita lihat disini. Pada artikel kali ini kita akan mencoba sebuah fitur baru yang berkaitan dengan WPS, yaitu penggunaan router MikroTik sebagai WPS Client. Fitur ini baru ditambahkan pada routerOS versi 6.35.
Review Wireless Indoor RBmAPL-2nD (mAP Lite)
Untuk menunjang berbagai macam kebutuhan jaringan, pengembangan dan inovasi produk terus dilakukan oleh MikroTik. Dan baru-baru ini MikroTik telah me-release sebuah produk yang bisa dibilang 'Unik'. Produk ini adalah sebuah perangkat wireless indoor yang memiliki bentuk fisik yang cukup kecil dan tidak jauh lebih besar dari sebuah gantungan kunci. Produk ini adalah RBmAPL-2nD atau bisa disebut sebagai mAP Lite. Apabila dilihat dari segi tampilan tidak jauh beda dengan RBmAP-2n yang telah lalu. Walaupun memiliki ukuran fisik yang kecil namun dari segi spesifikasi hardware tidak jauh beda dengan RBmAP-2n dan juga fungsi/fitur yang dimiliki juga sama.
Management Hotspot User (Userman + Firewall)
Seperti yang telah banyak kita ketahui bahwa MikroTik adalah sebuah perangkat router yang memiliki banyak fungsi dan fitur didalamnya. Salah satu fitur yang cukup populer dan akan menjadi pokok pembahasan artikel kali ini adalah hotspot. Dan dengan sebuah fitur Radius yang ada di MikroTik yaitu User Manager, kita bisa membangun sebuah hotspot service yang bisa membuat sistem voucher login untuk User. Nah, kali ini kita akan mencoba untuk melakukan management hotspot user dengan penggunaan UserManager dan juga firewall secara dinamis.
Troubleshoot Remote RB850Gx2
MikroTik memiliki berbagai macam jenis produk Routerboard mulai dari Router Indoor, Wireless Outdor, AP (Access Point), Switch, dll. Dari semua jenis produk tersebut untuk operating system yang dipakai adalah RouterOS, khusus produk switch seperti RB260Series memakai SwOS. Nah, mungkin diantara kita sudah terbiasa melakukan konfigurasi dari RouterOS ini. Dan sering digunakan oleh kebanyakan orang melakukan konfigurasi melalui remote dengan aplikasi Winbox. Namun, ada produk routerboard yang sedikit berbeda untuk konfigurasi awal. Mungkin kita baru saja membeli produk tersebut dan ingin melakukan konfigurasi seperti kebutuhan jaringan yang ada. Biasanya di awal kita remote routerboard dan kemudian me-remove konfigurasi default dari routerboard. Khusus produk RB850Gx2 kita tidak bisa melakukan konfigurasi awal seperti Routerboard yang lain. Ada sedikit cara yang berbeda untuk konfigurasi diawal. Lalu, bagaimana kah langkah-langkahnya?
Pengenalan Fungsi Routing Dasar
Apabila kita memiliki sebuah destination (tujuan) routing, misal rule routing untuk akses perangkat server. Nah, untuk menjaga kemungkinan adanya permasalahan pada link, maka kita akan membuat beberpa link sebagai gateway ke server tersebut. Dari contoh kasus diatas kita bisa melakukan beberapa konfigurasi pada tabel routing. Nah, seperti apakah konfigurasi tersebut. Simak pada pembahasan berikut.
Monitoring dengan aplikasi The Dude
Sebagai salah satu alternatif yang mudah untuk melakukan monitoring, Mikrotik membuat sebuah aplikasi yang dinamakan The Dude. Dengan aplikasi ini kita bisa melakukan management jaringan network kita. The dude akan secara otomatis membaca atau mendeteksi setiap perangat yang terhubung ke jaringan yang satu segment. Selain itu dapat juga menyusun dari rancangan topologi jaringan kita, serta dapat melakukan monitoring dan memberikan informasi jika terdapat masalah pada perangkat-perangkat yang terhubung ke jaringan kita.
Konfigurasi Dasar BGP
Apabila kita berlangganan internet biasanya Provider Internet (ISP) mempunyai sebuah layanan untuk memisahkan jalur atau gateway antara koneksi internet Internasional dan OpenIXP. Dengan cara ini para customer dapat dengan mudah untuk melakukan management bandwith untuk akses kedua jalur tersebut. Biasanya metode yang sering digunakan adalah dengan BGP Peer.
Integrasi Mikrotik dengan FreeRadius
Seperti yang kita ketahui bahwa Routerboard keluaran terbaru untuk jenis Router Indoor seperti hAP series, RB750r Series memiliki kapasitas NAND Storage yang minimalis. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh bagi kita yang ingin melakukan konfigurasi routerboard dengan mengaktifkan service-service yang mana akan memakan banyak resource dari NAND tersebut. Misalnya jika kita ingin menggunakan service hotspot + usermanager dan juga PPP Tunnel. Supaya dapat menggunakan service tersebut kita juga diharuskan menambahkan data-data untuk sistem autentikasi.
HWMP+ Protocol di Jaringan Mesh
Ketika kita telah membangun sebuah jaringan dengan jumlah hop yang banyak, maka kita harus melakukan konfigurasi routing yang baik dan lebih cermat. Kita juga harus bisa memastikan perangkat-perangkat pada setiap hop tersebut bisa terkoneksi dan saling berkomunikasi, baik dengan didalam maupun diluar hop itu sendiri. Apabila terjadi sebuah permasalahan pada salah satu link (misal link putus), kita juga dituntut untuk bisa membuat sebuah link 'back-up' supaya hop yang berada pada jalur link tersebut tetap bisa aktif. Nah, dengan melihat kebutuhan tersebut akan sangat sulit jika kita harus melakukan konfigurasi secara manual. Sebagai sebuah alternatif dengan melihat sisi performa dan juga tingkat kemudahan dalam konfigurasi jaringan dengan multiple hop, maka kita bisa menggunakan metode "MESH NETWORKING". Tidak diragukan lagi bahwa metode ini cukup banyak diaplikaskan untuk memepermudah dalam management jaringan. Sebagai sebuah manufaktur dalam bidang networking, MikroTik sendiri juga tidak ketinggalan untuk mengembangkan dan juga manambahkan fitur Mesh ini pada produknya. Pada MikroTik RouterOS fitur mesh ini juga didukung sebuah protokol yaitu HWMP+.
Routing Wireless dengan MME Protokol
MME (Mesh Made Easy) adalah protokol routing yang terdapat pada MikroTik. Dan biasanya digunakan untuk routing dalam jaringan wireless mesh. Penambahan protokol MME pada MikroTik didasarkan pada metode B.A.T.M.A.N (Better Approach To Mobile Ad-hoc Networking).
Penjelasan fungsi parameter "Extra" pada Firewall MikroTik
Salah satu fitur yang cukup penting dan sering kali digunakan untuk management jaringan yaitu firewall. Dengan fitur ini kita bisa melakukan kebijakan-kebijakan pada jaringan kita, khususnya dalam segi pengelolaan koneksi, baik koneksi segment lokal maupun public. Guna mendukung kebutuhan tersebut mikrotik sendiri telah menambahkan berbagai parameter pada fitur firewall. Pada topik pembahasan kali ini kita akan mencoba untuk menjelaskan tentang fungsi dan beberpa contoh implementasi penggunaan dari parameter firewall pada Tab 'Extra'. Mungkin diantara kita masih ada yang belum begitu familiar dengan parameter-parameter yang terdapat didalamnya. Memang untuk parameter pada Tab Extra tidak begitu sering digunakan dan kebanyakan lebih sering melakukan konfigurasi pada paremeter di Tab General dan juga Tab Advance. Nah, apa saja fungsi dari paremeter-parameter tersebut?
Management Bridge Client [part 2] - Bridge Horizon
Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai bagaimana mengelola client-client yang terkoneksi ke router dengan mode bridge. Untuk kali ini kita akan melanjutkan mengenai pembahasan 'Management Bridge Client'. Namun kita akan menekankan pembahasan pada penggunaan bridge horizon di interface bridge.
Review RB962UiGS-5HacT2HnT(hAP-ac)
Produk baru dari mikrotik hAP (home AP) series dengan gigabit ethernet yaitu hAP-ac atau RB962UiGS-5HacT2HnT. Banyak terobosan teknologi baru yang ada dalam routerboard ini seperti SFP, wireless standart ac, dan Triple chain. Tentu saja dengan ukuran yang compact sama seperti RB751 series.
Management Bridge Client
Routerboard MikroTik adalah sebuah perangkat yang memiliki fungsi dasar sebagai router yang menghubungkan antar jaringan dengan segment yang berbeda. Selain fungsi tersebut juga terdapat fungsi-fungsi yang ditambahkan untuk pengelolaan jaringan. Diantaranya adalah Firewall, Bridge, Switch, Management Bandwith (QoS), Proxy, Hotspot, Network Monitoring, dll.
Konfigurasi Dasar Bonding Interface
Bonding adalah sebuah teknologi yang memungkinkan agregasi lebih dari satu interface ethernet dan menggabungkan kedalam satu link virtual sehingga kita akan mendapatkan troughput bandwith yang lebih besar. Selain itu bisa digunakan untuk keperluan fail-over.
VRRP : Virtual Router Redundancy Protocol
VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol) merupakan sebuah interface (virtual) dari RouterOS MikroTik yang memungkinkan kita untuk membuat beberapa router sebagai gateway dari jaringan lokal yang satu segment. Komunikasi antar router akan menggunakan sebuah Virtual Router ID dan pada interface VRRP dimasing-masing router akan dipasang sebuah single IP Address yang nantinya akan digunakan sebagai gateway dari jaringan lokal tersebut.
WOL : Wake On LAN
WOL (Wake On LAN) merupakan sebuah tool yang bisa dibilang cukup lama pada RouterOS. Tool ini memang tidak tertampil langsung pada menu RouterOS, kita bisa mengaksesnya melalui terminal. WOL sudah dikenalkan sejak RouterOS v3.23. Lalu apa fungsi dari tool ini?
Cloud Hosted Router (CHR) - RouterOS Virtualization Format
Beberapa waktu yang lalu, Mikrotik telah mengeluarkan sebuah fitur baru. Mungkin diantara kita tidak begitu banyak mengetahui akan fitur ini. Apabila kita melihat pada RouterOS versi terbaru pun, kita tidak akan menemukan fitur tersebut. Apabila kita rajin membuka 'thread' di forum Mikrotik, barangkali sudah tidak asing lagi dengan fitur ini. Ya, fitur ini dikenal dengan Cloud Hosted Router (CHR).
[DHCP Security] - Delay Threshold & Authoritative
Masih mengenai konfigurasi DHCP pada Mikrotik, pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang fungsi dari fitur DHCP Relay. Nah, untuk pembahasan kali ini kita akan mencoba mengulas salah satu fitur dari DHCP di Mikrotik yang bisa dimanfaatkan sebagai DHCP Security. Fitur tersebut terletak pada DHCP Server, yaitu Delay Threshold dan Authoritative.
Pengenalan tentang Switch Chip pada RouterBoard
Sedikit review mengenai fitur dari Switch chip di Routerboard. Ada berbagai macam jenis Switch chip yang ditanam di Routerboard. Meski sama-sama memiliki fungsi Switch, tetapi masing-masing memiliki satu set fitur yang berbeda.
[ DHCP Relay ] - Distribusi DHCP pada Jaringan Multihop
Pada router MikroTik terdapat fitur yang berfungsi untuk manajemen distribusi IP Address, yaitu DHCP (Dynamic Host Confguration Protocol). Diantara fitur DHCP yang sudah didukung oleh MikroTik antara lain DHCP Server, DHCP Client dan DHCP Relay.
Konfigurasi Dasar OSPF
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol rouitng otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
WPS di MikroTik hAP-Lite
RB941-2n atau sering disebut sebagai hAP-Lite merupakan sebuah produk keluaran terbaru yang dibandrol dengan harga murah. Untuk review singkat tentang produk ini kita bisa melihat di artikel yang telah lalu disini. Walaupun memiliki harga yang ekonomis, produk ini juga menawarkan fitur yang tidak kalah dengan produk-produk routerboard kelas high-end. Dengan fitur yang banyak mungkin diantara kita belum mengetahui jika RB941-2n (hAP-Lite) mempunyai sebuah fitur yang disebut WPS.
Interkoneksi Jaringan dengan L2TP+IPSec
Salah satu service VPN yang terdapat di Mikrotik adalah L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol). L2TP merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F. Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melakukan komunikasi, L2TP menggunakan UDP port 1701.
Informasi Pembuatan Akun di mikrotik(dot)com
Membuat Akun di Mikrotik(dot)com Perlu di ketahui meski sudah memiliki Akun di MikroTik.co.id tidak secara otomatis dapat digunakan di Mikrotik.com. Beberapa kegunaan memiliki Akun Mikrotik.com antara lain : Dapat digunakan untuk mengikuti ujian mikrotik jika Anda mengikuti pelatihan Mikrotik Dapat digunakan untuk membuat demo key (license level 1) Dapat digunakan untuk melihat file supout.rif Dapat digunakan untuk transfer license jika Anda memiliki License key
FastTrack di ROS v6.29
Dengan dirilisnya versi baru RouterOS 6.29, Mikrotik menambahkan sebuah fitur baru yaitu Fast Track. Fitur ini merupakan sebuah alternatif untuk melakukan speedboost dari trafik data. Fitur ini merupakan sebuah alternatif untuk melakukan speedboost dari trafik data. Fasttrack sendiri merupakan bagian dari fitur Fastpath yang ada di Mikrotik.Di artikel ini, akan kita bahas implementasi fast track.
Membangun RT/RW Net
Pada masa sekarang tentu kita tidak asing dengan istilah RT/RW Net. Hal ini merupakan bisnis yang cukup diminati untuk memeberikan layanan akses internet kepada masyarakat. Dengan biaya yang cukup terjangkau masyrakat bisa mendapatkan akses internet dengan koneksi yang stabil dan bandwith yang besar dibanding harus menggunakan modem yang memakai sistem quota.
802.11, Nstreme, & NV2 pada Wireless MikroTik (2)
Pada minggu lalu kita telah membahas mengenai kinerja protokol wireless yang di Mikrotik yaitu Nstreme dan Nv2 dengan melakukan uji lab PTP (Point To Point). Kali ini kita akan mencoba mengujinya dengan menggunakan PTMP (Point To Multi Point). Kita akan menguji apakah kemampuan dari protokol ini sama ketika topologi atau konsep jaringan berbeda?
802.11, Nstreme, & NV2 pada Wireless MikroTik
Selain menggunakan protokol standart 802.11 untuk konektivitas wireless, MikroTik mengembangkan sebuah protokol baru yang diakui dapat meningkatkan kualitas link perngakat yang terkoneksi. Protokol tersebut yaitu Nstreme dan Nv2 (Nstreme v2). Kedua protokol tersebut merupakan Proprietary Protocol yang mana hanya disupport oleh sesama perangkat MikroTik saja. Untuk koneksi perangkat jarak jauh via wireless selain menggunakan protokol standart (802.11), kita bisa mencoba memakai protokol Nstreme untuk mendapatkan koneksi yang lebih stabil. Selain itu protokol Nstreme sendiri telah dikembangkan lagi dan muncullah Nv2 (Nstreme v2). Lalu bagaimana perbandingan antar protokol tersebut?
Penggunaan Custom Chain pada Firewall MikroTik
Pada RouterOS MikroTik terdapat sebuah fitur yang disebut dengan 'Firewall'. Fitur ini biasanya banyak digunakan untuk melakukan filtering akses (Filter Rule), Forwarding (NAT), dan juga untuk menandai koneksi maupun paket dari trafik data yang melewati router (Mangle). Supaya fungsi dari fitur firewall ini dapat berjalan dengan baik, kita harus menambahkan rule-rule yang sesuai. Terdapat sebuah parameter utama pada rule di fitur firewall ini yaitu 'Chain'. Parameter ini memiliki kegunaan untuk menetukan jenis trafik yang akan di-manage pada fitur firewall dan setiap fungsi pada firewall seperti Filter Rule, NAT, Mangle memiliki opsi chain yang berbeda.
Konfigurasi OpenVPN di MikroTik
Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang OpenVPN yang ada di Mikrotik dan bagaimana cara melakukan konfigurasinya. Dalam banyak topik dan forum dimana para pengguna Mikrotik membicarakan tentang OpenVPN dan rata-rata hampir 90% mereka memiliki kendala dalam menjalankan atau bagaimana melakukan instalasi OpenVPN yang benar.
Channel Width dengan Wireless N Mikrotik
Pada artikel kali ini kami akan mengulas tentang pengaturan parameter Channel Width pada Wireless Interface di Routerboard MikroTik. Seperti yang kita ketahui pada MikroTik terdapat sebuah Wireless Protokol dengan tipe N yang dapat melewatkan data dengan throughput bandwidth yang cukup besar. Namun, bagaimana jika kita mengubah parameter 'Channel Width' dengan memperbesar atau memperkecil nilainya. Apakah besar troughput bandwidth yang dilewatkan akan sama.
RoMON : Router Management Overlay Network
Terdapat sebuah fitur baru pada RouterOS mulai versi 6.28 yaitu Router Management Overlay Network (RoMON). Mungkin diantara kita belum banyak yang mengetahui akan kehadiran fitur ini. Lalu apakah fungsi dari fitur ini?
Fitur IP Packing di Mikrotik
Ada sebuah fitur yang terdapat di RouterOS Mikrotik yang disebut dengan “Packing”. Apabila kita pernah melihat fitur ini pada list menu RouterOS, mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya untuk apakah fungsi dari fitur ini?
Koneksi SSTP Tunnel dengan SSL Certificate
Salah satu fitur VPN yang ada di MikroTik adalah SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol). SSTP merupakan sebuah PPP Tunnel dengan TLS 1.0 Channel. Fitur ini berjalan pada protokol TCP dan Port 443. Supaya dapat memanfaatkan SSTP secara optimal dengan keamanan yang baik, kita diharuskan menambahkan sertifikat SSL untuk koneksi antara server dan client. Kita bisa mendapatkan sertifikat SSL itu dengan membeli melalui vendor-vendor yang ada atau kita bisa membuat sendiri sertifikat tersebut menggunakan OpenSSL.
Backup System dengan Partition
'Partition' merupakan sebuah fitur baru yang ditawarkan oleh mikrotik untuk menunjang kebutuhan networking. Fitur ini hadir pada RouterOS mulai versi 6rc5 dan hanya di support untuk routerboard dengan paltform Mipsbe, Mipsle, PowerPC/PPC, CCR (kecuali x86 dan juga platform baru Smips). Jika kita menggunakan RouterOS versi 5 atau dengan platform x86/Smips, maka kita tidak mendapatkan fitur ini pada menu di RouterOS. Lalu, apakah fungsi dari fitur partition ini?
Fitur SMS di Mikrotik
Seperti yang kita ketahui bahwa router MikroTik dengan didukung oleh RouterOS memiliki berbagai macam fitur. Karena banyaknya fitur yang ada di MikroTik, mungkin ada beberapa fitur yang jarang digunakan. Sehingga bisa diibaratkan seperti fitur yang terlupakan. Nah, salah satu contohnya adalah fitur SMS (Short Massage Service). Kita bisa menemukan fitur tersebut pada menu “Tools”.
Review Singkat RB 941-2nD (hAP Lite)
Kali ini MikroTik mengeluarkan sebuah produk router baru yaitu RB941-2nD atau bisa disebut dengan hAp-Lite. Produk ini begitu fenomenal karena dibanderol dengan harga yang tidak lebih dari Rp 300 ribu. Mungkin akan timbul pertanyaan pada benak kita tentang performa dari router ini dengan harga yang murah. Nah, untuk itu kita akan melakukan sedikit review tentang performa dari RB941-2nD (hAP-Lite) ini.
Monitoring Paket Data dengan Traffic Flow
Mungkin ada diantara kita sebagai pengguna mikrotik tidak mengetahui apa fungsi dari fitur Traffic-Flow yang ada di MikroTik. Dan mungkin juga karena tidak banyak yang memanfaatkan fitur ini sehingga kita tidak mengetahui seberapa penting fitur ini. Traffic-Flow adalah sebuah fitur alternatif dan juga bisa jadi menjadi sangat berguna khususnya kita yang menjadi administrator sebuah jaringan. Nah, apakah itu Traffic-Flow?
Management Bandwidth dengan Dynamic Queue
MikroTik bisa dibilang sebuah perangkat networking yang multifungsi. Dengan didukung oleh sebuah sistem operasi RouterOS, selain sebagai fungsi utama yaitu router, MikroTik mampu melakukan hampir semua fungsi networking bahkan juga beberapa fungsi server. Beberapa fungsi networking yang dapat dilakukan oleh MikroTik antara lain yaitu, Bridge, Firewall, QoS, Proxy, Hotspot, VPN, dll. Termasuk melakukan management bandiwdth secara otomatis dengan dynamic Queue.
Bypass Login Hotspot Mikrotik
Saat ini tempat-tempat umum yang ramai banyak orang sudah tersedia Hotspot, seperti pada kantor, hotel, kampus, mall dan lain sebagainya. Biasanya untuk menikmati layanan hotspot tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis tapi ada juga yang dipungut biaya. Sebagian layanan hotspot yang private atau dikhususkan hanya untuk karyawan perusahaan biasanya diberi halaman login hotspot. Halaman login hotspot digunakan untuk mengamankan jaringan hotspot, jadi setiap perangkat yang telah terhubung ke hotspot harus memasukkan username dan password agar bisa internatan melalui hotspot tersebut.
Upgrade dan Downgrade RouterOS
Dalam sebuah sistem operasi pasti memiliki beberapa keluaran versi yang berbeda untuk mendukung performa dan kinerjanya.  Hal ini sudah biasa kita temukan di sistem operasi pada perangkat komputer semisal Windows, Linux, atau Macintosh. Begitu pula di sistem operasi pada routerOS dari MikroTik. Untuk versi routerOS terbaru sampai artikel ini ditulis sudah sampai pada versi 6.26 yang mana dimulai dari versi 2.3.
Setting Dasar Hotspot Mikrotik
Router Mikrotik memiliki banyak fitur, salah satu fitur yang cukup populer dan banyak digunakan adalah Hotspot. Kita sering menemukan sinyal internet wifi yang di password. Jadi jika ingin mengakses wifi tersebut harus tahu password-nya terlebih dahulu. Namun berbeda dengan Hotspot, kebanyakan wifi hotspot tidak di password dan semua user bisa connect dan akan diarahkan ke halaman login di Web Browser. Tiap user bisa login dengan username dan password yang berbeda-beda. Metode semacam inilah yang sering kita temukan di Kampus, wifi Cafe, Sekolah, Kantor, maupun area publik lainnya.
Blokir Website & File Extention Dengan Web Proxy
Sebagai pengguna teknologi informasi, tidak asing bagi kita dengan istilah “proxy”. Secara umum arti dari proxy adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet. Dengan kata lain proxy merupakan sebuah media keamanan bagi akses jaringan internet kita.
DHCP Server dan DHCP Client
Dynamic Host Configuration Protocol(DHCP) digunakan untuk memudahkan pendistribusian IP Address secara dinamik ke sebuah jaringan.
Wireless Manajemen Tool
Didalam menu wireless terdapat berbagai macam tool-tool yang digunakan untuk mendukung kinerja dari fitur wireless MikroTik. Dan pada artikel ini kita akan membahas beberapa wireless tools diantaranya yaitu Access List (AP) dan Connect list (Station). Kedua tool tersebut merupakan bagian dari fitur manajemen wireless, dimana kita dapat kebijakan interkoneksi jaringan wireless sesuai dengan parameter yang kita buat.
Mengenal Mikrotik dengan PC Router
PC Router terkadang menjadi pilihan yang menarik dimana kita bisa tentukan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan jaringan. Terlebih lagi kita bisa coba terlebih dahulu, sehingga kita bisa mengecek apakah hardware dapat disupport oleh mikrotik dengan baik dan dapat berjalan dengan optimal. Sayangnya, trial Mikrotik biasanya hanya 24 jam, lalu bagaimana jika kita ingin mencoba lebih dari 24 jam ?
Selamat Datang Wireless RouterBoard 802.11ac
Wireless ac ( 802.11ac ) adalah standar jaringan wireless di keluarga 802.11 memungkinkan menghasilkan troughput tinggi pada band 5 GHz. Standar ini dikembangkan dari tahun 2011 sampai 2013 dan disetujui pada bulan Januari 2014. Bisa dikatakan 802.11ac adalah pengembangan / kelanjutan dari 802.11n dengan lebar kanal yang lebih lebar. Pada perkembangannya diharapkan mampu menghasilkan troughput hingga 1 gigabit per second. Hal ini dilakukan dengan memperluas lebar kanal hingga 80 MHz bahkan 160 MHz, lebih banyak MIMO spatial stream (hingga delapan), dan  high-density modulasi (sampai 256-QAM) . Tentu saja untuk implementasi tersebut dibutuhkan perangkat yang memang sudah support.  
Prioritas Traffic dengan Connection Rate
Ada banyak kasus dimana saat client melakukan download, maka aktivitas browsing menjadi terganggu. Ketika admin jaringan sudah memberikan alokasi bandwidth pada seorang client, dan client tersebut melakukan download, maka semua bandwidth yang dialokasikan untuk client tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk download. Ketika client tersebut melakukan browsing, biasanya browsing akan jadi lambat. Muncul pertanyaan, dapatkah admin jaringan membuat kebijakan untuk membedakan alokasi bandwidth untuk browsing dan download ?.
Bandwidth Management untuk Dynamic User
Simple queue bisa dikatakan sebuah solusi paling mudah dalam melakukan bandwidth management, sebagai admin jaringan kita hanya perlu isikan target address dengan ip komputer client kemudian kita tentukan bandwith yang dialokasikan untuk user tersebut. Permasalahan muncul jika ternyata user yang kita handle merupakan user dengan jumlah yang cukup banyak. Belum lagi jika user tersebut sifatnya dynamic. Mereka bisa connect ataupun disconnect  sesuai kemauan mereka. Akan sangat repot jika kita harus membuat simple queue satu per satu. Salah satu fitur mikrotik yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalah ini adalah dengan PCQ, seperti apa caranya ? akan kita bahas di artikel ini.
Pengaturan Waktu RouterBoard Tanpa NTP
 Pengaturan waktu pada Router sebagai pusat manajemen jaringan adalah hal yang mutlak dilakukan, terlebih jika kita implementasikan pengaturan berdasarkan waktu. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, secara hardware RouterBoard tidak dapat menyimpan pengaturan waktu. Solusinya gunakan NTP (Network Time Protocol)
File Server SMB pada Mikrotik
Server Message Block (SMB) adalah sebuah protocol client-server yang ditujukan sebagai layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan. Protokol ini pada awalnya digunakan di dalam sitem operasi Windows. Dalam perkembangan, SMB juga dapat diterapkan pada keluarga sistem operasi UNIX dengan program Samba. Mikrotik , selain memiliki fungsi utama sebagai sebuah Router juga support SMB sehingga dapat difungsikan sebagai sebuah file server.
Virtual Router dengan MetaROUTER
Pada saat berbisnis di dunia internet, tentu kita akan banyak menemui pelanggan yang bermacam kriteria. Beberapa user yang cukup mengenal MikroTik terkadang menginginkan akses full ke router kita, atau paling tidak mereka membutuhkan router lagi untuk bisa memanagement jaringan secara full. Sebenarnya kita sebagai penyedia jasa bisa saja memberikan router lagi, namun tentu akan membutuhkan biaya yang lebih besar. Salah satu solusi hemat adalah dengan memanfaatkan fitur MetaROUTER.
Interkoneksi Jaringan dengan Tunnel
Pada saat sebuah peruahaan memiliki kantor cabang, biasanya perusahaan menginginkan antara kantor pusat dengan kantor cabang bisa saling interkoneksi. Dapat melakukan file sharing, VOIP, dan kebutuhan pertukaran informasi dalam jaringan lainnya. Masalah muncul apabila ternyata kantor pusat dengan kantor cabang berbeda kota. Akan butuh biaya mahal jika harus membangun infrastruktur kabel/wireless/fiber-optic yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor cabang. MikroTik memberikan solusi yang cukup ekonomis dan reliable untuk masalah ini. Seperti apa solusinya ?, akan kita bahas di artikel ini.
User Manager Sebagai Radius Server PPP
Jika sebelumnya kita sudah belajar impelementasi user manager dengan DHCP, Wireless dan Hotpsot, kali ini kita akan kombinasikan dengan fitur lain, yakni fitur PPP. PPP merupakan kependekan dari Point-to-Point Protocol. Seperti apa caranya ?, akan kita bahas di artikel ini.
Solusi Dynamic IP Public dengan IP Cloud
Dengan habisnya IPv4 membuat IP Public semakin mahal. Untuk berlangganan IP Public static tentu akan memaksa kita untuk merogoh kocek lebih dalam. Sedangkan IP Public dynamic biasanya lebih murah. Dengan harga murah IP Public dynamic, terkadang menimbulkan kesulitan tersendiri bagi admin jaringan yang hendak membuat router menyediakan service yang bisa diakses dari jaringan internet menggunakan IP Public. Mikrotik menyediakan solusi bagi permasalahan ini, seperti apa solusinya, akan kita bahas di artikel ini.
User Manager Sebagai Radius Server Wireless & DHCP
Radius merupakan service yang biasanya digunakan untuk sentralisasi management user. Management user di tiap router tentu tidak efisien. Daripada me-manage user tiap router, akan lebih efektif ketika kita cukup manage di router utama, maka user yang terkoneksi di router edge akan tetap bisa di-atur dari router utama. Seperti apa caranya ?, akan kita bahas di artikel ini.
Netwatch : Tanggap Darurat Problem Jaringan
Ketika sebuah perusahaan memiliki server atau device yang dirasa sangat penting, tak jarang admin jaringan akan diinta untuk memonitoring kondisi server tersebut setiap saat. Dan jika terjadi sesuatu pada server, admin jaringan bisa mengetahui secepat mungkin dan mampu melakukan tidakan seresponsif mungkin. Akan sangat tidak efisien jika admin jaringan harus remote atau monitor server dalam waktu 24 jam. Untuk mempermudah monitoring, MikroTik menyediakan fitur Netwatch. Fitur yang akan kita bedah pada artikel ini.
Implementasi Wireless Roaming dengan WDS
Dengan kebutuhan cover area yang luas seperti sekolah, kampus atau area terbuka, terkadang tidak dapat dijangkau dengan satu perangkat wireless. Terlebih user wireless yang bersifat mobile atau berpindah pindah. Dengan adanya beberapa perangkat wireless disatu sisi menambah permasalahan baru, bagaimana dengan SSID masing - masing device ?. Apakah kemudian client harus konek ulang juka berpindah access point ?. Di artikel ini akan kita bahas solusi wireless roaming dengan WDS.
Solusi PoE dengan NetProtector
Permasalahan pada power terkadang mengakibatkan hal yang tidak diinginkan pada RouterBoard. Terlebih router wireless yang ditempatkan di outdoor, cukup rentan dengan lonjakan listrik dan petir. Mikrotik.co.id menghadirkan produk baru untuk mangatasi permasalahan tersebut. Produk Netprotector sebagai solusi PoE dengan keamanan dan kestabilan power.
Mengenal Fungsi PoE pada RouterBoard
Jika kita pernah melihat detail spesifikasi sebuah RouterBoard, beberapa seri RouterBoard memiliki fitur Poe-In dan PoE-Out. Atau ketika kita melihat gambar subuah routerBoard, terdapat ethernet yang berwarna kuning. Apa maksudnya ? Akan kita coba bahas lebih detail mengenai fitur yang tergolong cukup unik tersebut.
Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik
Router yang sudah selesai kita setting dan sudah berjalan, bukan berarti akan kita tinggalkan begitu saja. terlebih router tersebut merupakan router backbone. Pada  kebanyakan  ISP bahkan akan melakukan monitoring selama 24 jam nonstop untuk memastikan kondisi router baik - baik saja. Dan jika terjadi sesuatu pada router yang membuat jaringan tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa segera ditangani dengan baik. Pada artikel ini, akan kita bahas mengenai metode monitoring di mikrotik.
Pengenalan CAPsMAN
Mulai versi ROS v6.11, Mikrotik memperkaya lagi fitur yang sudah ada dengan menambahkan sebuah fitur yang dinamakan CAPsMAN. Fitur ini banyak ditunggu oleh para pengguna Mikrotik, khususnya bagi yang memiliki jaringan wireless skala besar. CAPsMAN (Controller Access Point system Manager) merupakan sebuah fitur wireless controller yang memudahkan kita untuk mengatur semua perangkat wireless akses point yang ada dijaringan kita secara terpusat.
Review singkat Micro AP (Map-2n)
Pada MUM Italy 2014 akhir februari lalu, MikroTik memperkenalkan beberapa produk baru, dan beruntung salah satunya berhasil kami bawa ke Indonesia. produk tersebut adalah Micro AP (Map-2n). Seperti apa bentuknya dan apa keunggulannya ?, akan kita ulas sedikit pada artikel ini.
Pengenalan Fitur Dasar Cloud Router Switch
  Artikel ini merupakan pengembangan dari artikel sebelumnya yang ada disini.
Implementasi Firewall Filter
Ada banyak cara melakukan filtering menggunakan firewall filter. Pada artikel ini akan dibahas parameter yang bisa digunakan agar rule firewall semakin spesifik sehingga rule bisa berfungsi dengan optimal.  Kalau dulu kita biasa melakukan filter cukup dengan ip yang dituju atau sumber ip yang mencoba mengakses roseurce, sekarang akan kita pelajari beberapa parameter lain yang juga penting untuk digunakan pada saat kita melakukan filtering.
Pengaturan Waktu Pada Mikrotik
Pada artikel ini akan dibahas bagaimana cara melakukan pengaturan waktu pada Router Mikrotik menggunakan NTP Server dan NTP Client.
Bandwidth Test Menggunakan Mikrotik
Mengetahui kualitas jaringan tentu menjadi salah satu hal yang penting. Selain melakukan test sudah terkoneksi dengan baik atau belum dengan menggunakan ping atau traceroute, bisa juga dilakukan test dengan memberikan beban traffic pada sebuah jalur koneksi. Sebagai router dengan fitur yang lengkap, Mikrotik mempunyai tool yang bisa digunakan untuk melakukan test tersebut.
Fitur Logging Pada Mikrotik
Pemecahan permasalahan jaringan akan lebih mudah dilakukan dengan mengamati setiap proses yang terjadi di jaringan tersebut. Langkah paling efektif adalah dengan  melakukan analisa terhadap proses-proses yang terjadi di sisi Router. Kendala nya kita tidak mungkin mengamati secara langsung tiap saat. Pada artikel ini akan dibahas fungsi LOGGING pada Mikrotik yang bisa digunakan untuk pemecahan masalah tersebut.
Fitur-Fitur Hotspot Mikrotik
Selain untuk keamanan jaringan kita, Hotspot Mikrotik sebenarnya juga memiliki banyak fungsi yang bisa kita gunakan. Fungsi apa saja tersebut akan kami jabarkan didalam artikel ini
Aplikasi Bantu Wireless
Sebelum kita melakukan implementasi instalasi wireless pada jaringan kita, ada beberapa point yang harus kita perhitungkan terutama dalam pemilihan kemampuan perangkat wireless minipci yang akan kita gunakan serta melakukan site survey , sehingga dari site survey tersebut kita bisa memastikan secara teori apakah sudah terpenuhi kondisi link wireless yang stabil atau tidak.
Perbedaan Mode Wireless
Semakin berkembangnya teknologi wireless , diimbangi oleh Mikrotik dengan mengembangkan fitur-fitur mode pada wirelessnya. Mungkin bagi kita sebagai orang awam akan kesulitan dalam pemilihan mode wireless yang disediakan oleh Mikrotik. Tidak ada salahnya anda membaca ulasan berikut agar mengetahui kapan anda menggunakan sebuah mode wireless yang berbeda-beda.
Media Penyimpanan RouterBoard
Pada perangkat RouterBoard tipe tertentu dan PC router, kita bisa memasangkan storage tambahan untuk media penyimpanan data-data server yang akan kita pasang di router kita. Dengan menggunakan external storage ini, otomatis data yang bisa tersimpan bisa lebih banyak daripada menggunakan internal storage-nya sendiri. Selain itu kita juga dengan mudah melakukan backup untuk data-data yang sudah kita buat sebelumnya ke external storage yang lain. Bagaimana caranya, silahkan ikuti tips berikut ini
[VIDEO] Konfigurasi Dasar Mikrotik
Konfigurasi Dasar Mikrotik (Video HD)
Groove - New Member Routerboard Family
 "Smallest Routerboard Ever !" Dengan bentuknya yang kecil apakah performance nya akan maksimal....? Banyak pertanyaan dan keraguan pada router kecil ini. Tetapi seiring dengan kehadiran routerboard ini dan varian lain yang akan datang, harapan besar menunggu mereka untuk hadir di Indonesia. Dalam artikel ini kami coba untuk sedikit mengulas produk Groove dan memberikan Anda detail spesifikasi serta performance-nya
Selayang Pandang RB800 Wireless Router
Tahun 2009 adalah tahun yang special untuk user Mikrotik, selain munculnya seri Routerboard baru yang terkenal compact dan murah Routerboard seri 700 maka di tahun yang sama Mikrotik juga meluncurkan produk High-end Wireless Router yaitu Routerboard seri 800.  
Video Review RB750
Video Review RB750
Mendalami HTB pada QoS RouterOS Mikrotik
Implementasi QoS di Mikrotik banyak bergantung pada sistem HTB (Hierarchical Token Bucket). HTB memungkinkan kita membuat queue menjadi lebih terstruktur, dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan bertingkat. Yang banyak tidak disadari adalah, jika kita tidak mengimplementasikan HTB pada Queue ternyata ada beberapa parameter yang tidak bekerja seperti yang kita inginkan.
Presentasi Mikrotik di Indonesia Game Show 2008
Berikut ini adalah materi yang dibawakan pada seminar Mikrotik di Indonesia Game Show 2008.
Men-Generate Lisensi secara Online di Mikrotik.co.id
Dengan gembira kami menginformasikan bahwa saat ini proses pembuatan lisensi Mikrotik RouterOS sudah dapat dilakukan secara online di mikrotik.co.id. Fitur ini tentu akan mempermudah Anda yang membutuhkan lisensi Mikrotik. Anda tidak perlu lagi menunggu proses manual.
Video Tutorial Instalasi Mikrotik dengan Netinstall
Berikut ini adalah video cara melakukan instalasi Mikrotik dengan menggunakan Netinstall.
Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional
Artikel ini membahas cara memisahkan bandwidth management (dengan simple queue) untuk trafik internasional dan lokal. Andapun tetap dapat menggunakan transparan web-proxy internal.
BGP-Peer, Memisahkan Routing dan Bandwidth Management
Dalam artikel ini, akan dibahas cara untuk melakukan BGP-Peer ke BGP Router Mikrotik Indonesia untuk melakukan pemisahan gateway untuk koneksi internet internasional dan OpenIXP (NICE). Setelah pemisahan koneksi ini dilakukan, selanjutnya akan dibuat queue untuk tiap klien, yang bisa membatasi penggunaan untuk bandwidth internasional dan OpenIXP (NICE).
Load Test Routerboard 153
Menjawab keluhan terbatasnya jumlah interface pada RB112, Mikrotik meluncurkan board tipe 100 yang dinamai Routerboard 153. Dengan harga yang masih terjangkau, RB153 hadir dengan 5 buah interface ethernet, dan juga 3 buah interface minipci.
Perubahan Sistem Lisensi Mikrotik RouterOS
Mulai bulan Agustus 2006, Mikrotik melakukan pengubahan pada sistem perpanjangan lisensi, yang meliputi perubahan sistem masa berlaku free upgrade untuk routerOS.
Perbandingan Beberapa Wireless MiniPCI
Di pasaran mudah kita temui berbagai wireless minipci card. Mulai dari yang berdaya kecil, hingga yang cukup besar. Manakah yang memiliki performa baik jika digunakan dengan Mikrotik? Simak hasil test kami.
Oleh-oleh dari MUM Praha (1)
Bulan Januari 2006, saya merasa sangat beruntung, berkesempatan mengikuti acara Mikrotik User Meeting (MUM) yang diadakan di Praha, Republik Ceko. Artikel ini adalah tulisan ringan yang merupakan kesan-kesan saya saat mengikuti acara tersebut.
Sistem Level Lisensi Mikrotik (BARU)
Mikrotik menerapkan sistem level lisensi yang baru. Dengan adanya sistem level lisensi yang baru ini, diharapkan pengguna lebih diuntungkan, karena harganya yang lebih murah dan jangka waktu free upgrade yang lebih lama (sekarang menjadi 3 tahun untuk level 5 dan 6).
Fitur RouterOS
MikroTik RouterOS™ V2.8 has HotSpot Solution enabling user authentication and accounting in public or private, wired or wireless networks. Typical applications include wireless access in airports, hotels and other public places, as well as authenticated access to network resources in universities and schools.

 

muka - tentang kami - produk - artikel - kontak kami
 
Copyrights ©2005-2017 Citraweb Nusa Infomedia. All Rights Reserved. Generated in 0.0072 second(s).
Your IP: 54.162.44.105