username
password
daftar | lupa password  
Keranjang Belanja | Detail
barang, Rp ,-
Di luar PPN, diskon %
 
Cari produk:
 
Halaman Muka
Produk
Voucher MUM
Lisensi (dgn DOM)
Lisensi (tanpa DOM)
Upgrade Lisensi
Cloud Router Switch
Interface
Switch
MikroBits Switch
RouterBoard (only)
Router Indoor
Wireless Indoor NEW
Router Outdoor
RouterBoard 2011
RouterBoard 3011
MikroBits Aneto
MikroBits Ainos
MikroBits Celoica
MikroBits Dinara NEW
Cloud Core Router
Wireless Indoor 800
Wireless Outdoor 800
Wireless Indoor 493
Wireless Indoor 433
Wireless Outdoor 433
Wireless Outdoor 435
Wireless Indoor 411
Wireless Outdoor 411
Wireless Outdoor 900
Wireless Outdoor 711
Groove
Metal
Embedded 2.4GHz
Embedded 5.xGHz
Indoor Antenna
RF Ellements
Outdoor Antenna
SFP Transceiver
Mikrobits Fiber Patch
NetProtector NEW
Perlengkapan Lain
Discontinued
Rancang Sendiri
Aplikasi Bantu
Pelatihan
Manual & Dokumentasi
Download Area
Artikel
Tips & Trik
Mikrotik @ Media
Fitur & Penggunaan
Tentang Kami
Aturan & Tata Cara
Layanan Pelanggan
BGP-Peer NEW
Kontak Kami
 
 
 

Artikel

Selamat Datang Wireless RouterBoard 802.11ac

Kategori: Fitur & Penggunaan
Share


Wireless ac ( 802.11ac ) adalah standar jaringan wireless di keluarga 802.11 memungkinkan menghasilkan troughput tinggi pada band 5 GHz. Standar ini dikembangkan dari tahun 2011 sampai 2013 dan disetujui pada bulan Januari 2014. Bisa dikatakan bahwa 802.11ac adalah pengembangan / kelanjutan dari 802.11n dengan lebar kanal yang lebih besar.


Pada perkembangannya diharapkan mampu menghasilkan troughput wireless hingga 1 gigabit per second. Hal ini dilakukan dengan memperluas lebar kanal hingga 80 MHz bahkan 160 MHz, lebih banyak MIMO spatial stream (hingga delapan), dan  high-density modulasi (sampai 256-QAM) . Tentu saja untuk implementasi tersebut dibutuhkan perangkat yang memang sudah support.

Baru-baru ini Mikrotik merilis 2 produk RouterBoard dari keluarga SXT series yang sudah support 802.11ac yaitu RBSXTG-5HPacD 5GHz serta RBSXTG-5HPacD-SA 5GHz .


Dari segi fisik memang tidak ada yang berbeda dari seri SXT lain, masih tetap mempertahankan design yang compact dengan built-in wireless dan dual polarization (MIMO) antenna serta 1 port ethernet.

Perbedaan dengan SXT series lain, built-in wireless pada RBSXTG-5HPacD 5GHz sudah support 802.11ac dengan lebar kanal hingga 80MHz dan pada port ethernet telah support PoE 802.3at yang bisa menggunakan input power 24v atau 48v.

Sedangkan perbedaan antara RBSXTG-5HPacD dengan RBSXTG-5HPacD-SA adalah pada bukaan pancaran antenna (beamwidth). RBSXTG-5HPacD memiliki beamwidth sebesar 28 derajat sedangkan RBSXTG-5HPacD-SA lebih lebar, yaitu 90 derajat. Untuk mendapat hasil maksimal keduanya dapat dikombinasikan pada topologi point-to-multipoint


Konfigurasi

Jika dibandingkan dengan wireless standard, ada sedikit perbedaan ketika kita masuk pada setting wireless RBSXTG-5HPacD 5GHz, terutama pada pemilihan band,channel width dan frekuensi. Walaupun telah support wireless 802.11ac akan tetapi RBSXTG-5HPacD tidak meninggalkan kompabilitas terhadap protocol 802.11a dan 802.11n , sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk implementasi wireless 802.11ac maka kita bisa memilih Band=5GHz-A/N/AC .

Perlu diingat bahwa 802.11ac menggunakan lebar kanal 80MHz, sehingga harus didefinisikan juga pada parameter Channel-Width

Pada penentuan Channel-Width terdapat beberapa pilihan penempatan 20MHz main channel dengan penandaan "eCee". Huruf "C" menandakan letak dari main channel tersebut.

Penandaan ini juga diterapkan pada setting wireless 802.11n. Jika pada versi lama terdapat setting channel "ht-above" serta "ht-below" , pada versi RouterOS baru diganti dengan penandaan "C". Jika diartikan pada 802.11n akan seperti berikut

eC = 20/40MHz-ht-below
Ce = 20/40MHz-ht-above

Untuk implementasi di lapangan, penempatan main channel juga akan berpengaruh terhadap troughput yang dihasilkan.

Langkah selanjutnya adalah penentuan frekuensi. Karena menggunakan lebar kanal 80MHz maka pilihan frekuensi yang bisa digunakan akan lebih sedikit jika dibandingkan ketika kita menggunakan lebar kanal standard 20MHz.

Jika ingin menentukan metode MIMO yang digunakan, maka bisa disetting pada parameter HT, sama ketika setting pada wireless standard 802.11n


Pengujian

Kami melakukan percobaan untuk membandingkan kemampuan link wireless untuk protocol 802.11a , 802.11a/n serta 802.11ac. Kami menggunakan sepasang RBSXTG-5HPacD 5GHz untuk membangun link point-to-point. Pengujian dilakukan dengan melakukan banwidth test antar kedua perangkat.

Point-to-point dengan Band=5GHz-A (802.11a)

Point to Point dengan pengaturan Band=5GHz-A/N (802.11n)

Point to point dengan pengaturan Band=5GHz-A/N/AC (802.11ac)

Test Bandwidth Send

Send & Receive

Jika dilihat dari registration table sebenarnya data rate 5GHz-A/N/AC hingga 866Mbps. Tentu saja hasil test bandwidth akan berbeda tergantung kondisi lapangan. 

Wireless 802.11ac menggunakan lebar kanal yang lebih besar yakni 80MHz, sehingga kemungkinan interferensi akan lebih besar jika dibandingkan menggunakan lebar kanal standard 20MHz. Pastikan keadaan lapangan ideal agar mendapat hasil maksimal.







Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Fitur & Penggunaan

 

muka - tentang kami - produk - artikel - kontak kami
 
Copyrights 2005-2017 Citraweb Nusa Infomedia. All Rights Reserved. Generated in 0.0048 second(s).
Your IP: 107.22.46.150