username
password
daftar | lupa password  
Keranjang Belanja | Detail
barang, Rp ,-
Di luar PPN, diskon %
 
Cari produk:
 
Halaman Muka
Produk
Voucher MUM
Lisensi (dgn DOM)
Lisensi (tanpa DOM)
Upgrade Lisensi
Cloud Router Switch
Interface
Switch
MikroBits Switch
RouterBoard (only)
Router Indoor
Wireless Indoor NEW
Router Outdoor
RouterBoard 2011
RouterBoard 3011
MikroBits Aneto
MikroBits Ainos
MikroBits Celoica
MikroBits Dinara NEW
Cloud Core Router
Wireless Indoor 800
Wireless Outdoor 800
Wireless Indoor 493
Wireless Indoor 433
Wireless Outdoor 433
Wireless Outdoor 435
Wireless Indoor 411
Wireless Outdoor 411
Wireless Outdoor 900
Wireless Outdoor 711
Groove
Metal
Embedded 2.4GHz
Embedded 5.xGHz
Indoor Antenna
RF Ellements
Outdoor Antenna
SFP Transceiver
Mikrobits Fiber Patch
NetProtector NEW
Perlengkapan Lain
Discontinued
Rancang Sendiri
Aplikasi Bantu
Pelatihan
Manual & Dokumentasi
Download Area
Artikel
Tips & Trik
Mikrotik @ Media
Fitur & Penggunaan
Tentang Kami
Aturan & Tata Cara
Layanan Pelanggan
BGP-Peer NEW
Kontak Kami
 
 
 

Artikel

Test Throughput Mode Wireless

Kategori: Tips & Trik
Share


Pada properties wireless, ada banyak mode yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Mode wireless berfungsi untuk menentukan apakah ingin di fungsikan sebagai access point (pemancar), repeater,  ataupun di fungsikan sebagai station (penerima). Ada beberapa mode yang memiliki fungsi hampir sama, sebut saja misal mode station-bridge dengan station-pseudobridge. Fungsi dan perbedaan masing - masing mode sudah pernah kita bahas disini. Sekarang kita akan coba lakukan testing pengaruh pemilihan mode pada throughput data yang dilewatkan. Testing menggunakan band standart 802.11 B/G/N.

Access Point

Hanya ada dua mode yang menjadikan inetrface wireless bekerja sebagai access point. AP-Bridge untuk topologi PTMP (point to multi point) dimana ada banyak client yang terkoneksi, dan mode Bridge untuk topologi PTP (point to point) dimana hanya ada satu client yang dilayani. Pada testing kali ini, disisi station sama  - sama menggunakan mode station-bridge.  


Dari hasil testing tidak ada perbedaan throughput yang signifikan. Ketika digunakan untuk menghandle satu client, throughput keduanya masih seimbang, antara 150Mbs sampai 200Mbps naik turun. Hal ini normal terutama ketika client berjumlah lebih dari satu. Interferensi dan posisi client juga berpengaruh pada throughput.

Station

Sekarang kita akan coba lakukan test throughput disisi station dimana access point sama - sama menggunakan mode Bridge, dalam hal ini menggunakan topologi Point to Point.


Dari hasil testing, tidak ada perubahan throughput pada mode station-bridge, station-pseudobridge, dan station WDS, masing - masing bisa mencapat throughput 200Mbps. Selanjutnya kita coba testing performa mode wds-slave dan station-pseudobridge-clone.


Namun ada penurunan throughput yang cukup signifikan pada mode station-pseudobridge-clone dan wds-slave. Pada mode station-pseudobridge-clone througput yang bisa dilewatkan sekitar 100Mbps, hampir separuh dari station mode sebelumnya.

Penurunan signifikan juga terjadi pada mode wds-slave dimana throughput yang dilewatkan hanya sekitar 100Mbps dengan 2 client laptop sedang terkoneksi sebagai client dan 2 repeater dengan mode WDS Slave. Penurunan throughput pada mode wds-slave sebenarnya bisa dikatakan wajar dikarenakan interface wireless harus bekerja dua kali, menerima signal kemudian memancarkannya kembali.

Hasil testing disini bisa saja berbeda dengan test yang mungkin Anda lakukan sendiri. Tergantung kondisi lingkugan & halangan, interferensi, kualitas link wireless, serta perangkat yang digunakan.





Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Tips & Trik

 

muka - tentang kami - produk - artikel - kontak kami
 
Copyrights 2005-2017 Citraweb Nusa Infomedia. All Rights Reserved. Generated in 0.0102 second(s).
Your IP: 54.158.187.118