|
|
![]() | |
![]() |
![]() |
![]() | |
![]() |
||||
![]() |
|
|
ArtikelSimple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan InternasionalKategori: Fitur & PenggunaanSelama mengelola Mikrotik Indonesia, banyak sekali muncul pertanyaan bagaimana cara melakukan pemisahan queue untuk trafik internet internasional dan trafik ke internet Indonesia (OpenIXP dan IIX). Di internet sebetulnya sudah ada beberapa website yang menampilkan cara pemisahan ini, tapi kami akan coba menampilkan kembali sesederhana mungkin supaya mudah diikuti. Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:
Pengaturan Dasar
Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface
sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.0.0/24, dan IP Address 192.168.0.1
difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada router, interface ether-local. Klien
dapat menggunakan IP Address 192.168.0-2 hingga 192.168.0.254 dengan subnet mask
255.255.255.0.
Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur "allow remote request". Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat
seperti contoh berikut.
Jika Anda menggunakan web-proxy transparan, Anda perlu menambahkan rule nat redirect,
seperti terlihat pada contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
Jangan lupa mengaktifkan fitur web-proxy, dan men-set port layanan web-proxynya, dan disesuaikan dengan port redirect pada contoh di atas. CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.
Pengaturan IP Address List Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter, nat, ataupun queue. Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap jam, dan merupakan data yang telah dioptimalkan untuk menghilangkan duplikasi entri dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 7000 baris. Contoh isi file nice.rsc :
Proses pengambilan file nice.rsc bisa dilakukan langsung dari terminal di RouterOS dengan perintah:
Kemudian, import-lah file tersebut.
Pastikan bahwa proses import telah berlangsung dengan sukses, dengan mengecek
Address-List pada Menu IP - Firewall
Proses upload ini dapat juga dilakukan secara otomatis jika Anda memiliki pengetahuan scripting. Misalnya Anda membuat shell script pada Linux untuk melakukan download secara otomatis dan mengupload file secara otomatis setiap pk 06.00 pagi. Kemudian Anda tinggal membuat scheduler pada router untuk melakukan import file. Jika Anda menggunakan RouterOS versi 3.x, proses update juga dapat dilakukan secara otomatis. Perintah yang perlu dibuat adalah :
Hati-hati! : Setelah copy paste, pastikan hasil copy paste sama persis. Proses
copy paste kadang-kadang menghilangkan beberapa karakter tertentu.
Pengaturan Mangle Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Kita perlu membuat 1 buah connection
mark dan 2 buah packet mark, masing-masing
untuk trafik internasional dan lokal.
Untuk rule #0, pastikanlah bahwa Anda memilih interface yang mengarah ke client. Untuk chain, kita menggunakan prerouting, dan untuk kedua packet-mark, kita menggunakan passthrough=no. Jika Anda menggunakan web-proxy internal dan melakukan redirecting trafic,
maka Anda membuat 2 buah rule tambahan seperti contoh di bawah ini
(rule tambahan yang tercetak tebal).
Pengaturan Simple Queue Untuk setiap client, kita harus membuat 2 buah rule simple queue.
Pada contoh berikut ini, kita akan melakukan limitasi untuk IP client 192.168.0.2/32,
dan kita akan memberikan limitasi iix (up/down) sebesar 64k/256k, dan untuk internasional
sebesar (up/down) 32k/128k.
Pengecekan Akhir Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle maupun pada simple queue. Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada setiap client dapat tersebar secara merata.
|
| muka - tentang kami - produk - artikel - kontak kami |