by: CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI, PT
aturan | tentang kami | kontak kami

Artikel

Load Balance pada PPP & LTE Interface

Kategori: Tips & Trik

Biasanya koneksi internet yang sering kita temukan adalah menggunakan service dial-up dengan PPP interface dan juga LTE interface. Untuk service dial-up ini koneksi internet melalui perantara perangkat modem. Di beberapa produk MikroTik terdapat sebuah port USB yang mana kita bisa menghubungkan dengan USB Modem sebagai sumber internet.

Ketika kita mempunyai lebih dari satu koneksi modem pada MikroTik lalu bagaimana cara melakukan management trafiknya menggunakan load-balance? Sebenarnya konfigurasi load-balance tidak ada perbedaan ketika menggunakan koneksi dengan sumber internet dari modem atau jaringan kabel. Hanya saja di beberapa koneksi modem akan membuat interface baru secara dinamis, juga DHCP Client dan Default-gateway. Selain itu khusus untuk LTE interface, kita tidak bisa melakukan modifikasi dari rule dinamis tersebut.


Sebagai solusi kita bisa menghapus rule dinamis (DHCP Client & Default-Gateway) kemudian membuatnya lagi secara manual. Dengan ini kita juga bisa melakukan modifikasi pada rule tersebut sesuai kebutuhan, misal pada default-gateway nanti kita bisa menambahkan 'Routing Mark' dan juga pengaturan 'Distance'.

Konfigurasi

Langkah awal kita akan mengaktfikan 'DHCP-Client' pada interface LTE yang muncul. Pada parameter 'Add Default Route' kita pilih opsi 'No'. Karena nantinya kita akan membuat 'Default route' secara manual.


Namun sebelum menambahkan 'Default Route', kita akan konfigurasi terlebih dahulu pada firewall mangle. Karena metode load balance yang digunakan adalah PCC, maka kita setting untuk 'Mark Connection' dan 'Mark Routing'.

Pertama, kita tambahkan dulu network jaringan local pada Address list. Ini nanti digunakan untuk melakukan bypass trafik lokal di pengaturan mangle supaya tidak ikut masuk kedalam load balance.

Selanjutnya pengaturan pada firewall mangle bisa dikonfigurasi seperti script CLI berikut:

1

Setelah pengaturan mangle selesai kita akan konfigurasi pada menu IP Routes untuk mengatur jalur ke internet dan mengaktifkan fungsi load-balance. Nanti kita akan menambahkan beberapa 'Default-Route' yang mana masing-masing ada yang menggunakan parameter 'Routing Mark' dan disetting nilai 'Distance' yang berbeda-beda.

Tujuan dengan konfigurasi diatas adalah selain kita setting load-balance kita juga mendapatkan fungsi fail-over. Ketika salah satu gateway putus maka trafik dari semua 'Routing Mark' tetap akan aktif.






Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Tips & Trik