by: CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI, PT
aturan | tentang kami | kontak kami

Artikel

MUM 2009 USA: Wireless MIMO

Kategori: Mikrotik @ Media

Mikrotik User Meeting USA 2009 kali ini digelar di Dallas/FortWorth dan dihadiri sekitar 250 peserta. Sesuai dengan tujuannya, para pengguna Mikrotik saling membagi pengalamannya dalam menggunakan Mikrotik, membuka wawasan mengenai fitur-fitur yang selama ini mungkin dirasakan sulit untuk dilakukan.

Wireless 80211.n, Wireless Generasi Baru

Steve Discher (learnmikrotik.com, USA), membawakan presentasi mengenai Wireless 802.11n (MIMO). "Protokol wireless baru ini memungkinkan didapatkannya pita wireless yang lebih lebar dan stabil jika dibandingkan dengan protokol generasi sebelumnya. Hal ini dimungkinkan karena adanya pengembangan protokol dan penggunaan beberapa jalur secara bersamaan." jelas Steve. Saat ini Mikrotik mengadopsi MIMO 2x2, 2 antenna untuk transmit dan sekaligus juga untuk receive.

Steve juga memamerkan hasil percobaannya, di mana bisa mendapatkan trafic hingga 100 mbps untuk jarak 1,1 mil. "Tantangan terberat untuk mengimplementasikan MIMO adalah mendapatkan range frekuensi 2 x 20 MHz yang berurutan dan tidak inteferensi," tambahnya. Untuk percobaan kali ini, Steve melakukannya di landasan terbang, dengan ketinggian rendah, di area yang dikelilingi pohon-pohon, sehingga diharapkan tidak banyak gangguan inteferensi. Untuk mewujudkan trafik mendekati 100 mbps, digunakan Routerboard 600a dengan dua buah card R52N. RB6000a digunakan karena board ini adalah satu-satunya board Routerboard yang memiliki interface gigabit.

Keberhasilan Mikrotik untuk mengimplementasikan wireless MIMO di perangkat outdoor adalah suatu keberhasilan tersendiri. Sejauh ini, perangkat yang beredar di pasaran untuk generasi MIMO biasanya ditujukan untuk penggunaan indoor.

RB450G sebagai SIP Server

Presentasi menarik lainnya dibawakan oleh Brian Vargyas (Baltic Networks, USA). Brian, yang juga merupakan Certified Trainer, mempresentasikan hasil ujicobanya melakukan virtualisasi pada Routerboard 450G. Dengan virtualisasi ini, kita bisa menjalankan beberapa RouterOS dalam satu perangkat yang sama, dan malah kita bisa menginstall operating system lainnya pada routerboard.

Brian mendemokan konfigurasi virtualisasi RB450G dan menginstall openwrt pada routerboard tersebut. Kemudian, Openwrt difungsikan sebagai SIP server. Penggunaan RB450G sebagai SIP server adalah suatu kehebatan tersendiri, di mana kita bisa memiliki SIP server pada perangkat yang harganya relatif murah, dan bentuk fisik yang sangat mungil. Penggunaan virtualisasi akan membuka banyak peluang yang luas untuk menggunakan Routerboard untuk berbagai kemampuan lain yang selama ini tidak terbanyangkan bisa dilakukan dengan routerboard.

Masih banyak presentasi lain yang menarik. High Performance RouterOS oleh Dennis Burgess (Link Technologies, USA), VPN configuration examples oleh Butch Evans (USA), perakitan CPE wireless dalam 60 detik oleh Tim Kataras dari Poynting, South Africa, dan berbagai presentasi lainnya.

Indonesia sendiri akan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam MUM kali ini yang akan dilakukan di Jakarta pada awal November mendatang. Belum mendaftarkan diri? Segeralah daftarkan diri! Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan berbagai keajaiban implementasi Mikrotik dalam berbagai kondisi yang sangat berbeda-beda!

Oleh: Valens Riyadi, langsung dari Dallas FortWorth, Texas, USA.




Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Mikrotik @ Media