by: CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI, PT
aturan | tentang kami | kontak kami

Artikel

Monitoring Jaringan dengan Watchdog

Kategori: Fitur & Penggunaan

Di MikroTik selain fungsi utama dari perangkatnya sendiri yang digunakan untuk kebutuhan routing, ditambahkan juga fitur-fitur yang lain untuk fungsi monitoring kondisi jaringan. Dengan adanya fitur tersebut menjadi alasan utama, perangkat MikroTik salah satu perangkat jaringan yang banyak digunakan.

Salah satu fitur monitoring yang ada di MikroTik adalah 'Wacthdog'. Mungkin dari pengguna MikroTik, diantaranya masih belum familiar dengan fitur ini. Watchdog merupakan fitur monitoring yang sebenarnya sudah ditambahkan mulai RouterOS versi 3.x, 4.x.

Fungsi Watchdog

Sebenarnya secara fungsi fitur ini hampir serupa dengan fitur Netwatch yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Fitur ini akan melakukan test PING ke sebuah tujuan, dan dari hasilnya akan dilakukan 'action' nya. Namun, untuk netwatch sendiri lebih custom untuk 'action' yang akan digunakan (berdasarkan script yang ditambahkan), sedangkan Watchdog merupakan fitur yang digunakan sebagai 'trigger' untuk melakukan reboot router secara otomatis.

Dengan watchdog ini system akan melakukan reboot ketika kondisinya adalah IP Address yang dimonitoring tidak memberikan respon atau ketika terdeteksi system mengalami 'Stuck'.  Ada 2 cara system watchdog melakukan pengecekan:

Selain melakukan reboot ketika ada permasalahan, system juga bisa membuat atau generate file supout.rif dan dikirimkan melalui email.



Dengan fungsi diatas maka kita bisa memanfaatkannya untuk permasalahan yang ada dijaringan. Contohnya, kita bisa menerapkan fitur watchdog pada perangkat-perangkat yang ada di remote area yang mana untuk menjangkau perangkatnya secara langsung cukup sulit, seperti perangkat wireless MikroTik yang terpasang di atas tower dan manajemennya kita lakukan dari kantor server yang lokasinya jauh dari tempat instalasi.

Jika disuatu kondisi perangkat mengalami 'stuck' secara system dan tidak bisa di remote jarak jauh, maka kita bisa memanfaatkan fitur ini untuk melakukan reboot router secara otomatis.
Salah satunya kita bisa menggunakan fungsi dari 'Ping Watchdog' dari konfigurasi perangkat wireless. Untuk konfigurasinya sangat mudah, kita tinggal menentukan parameter yang sudah disediakan.



Beberapa parameter pada PING Watchdog antara lain:
  • Watch Address (Default: None) - Merupakan IP Address yang akan di lakukan monitor dengan test PING. Jika diset 'None' maka fitur Ping Watchdog tidak aktif.
  • Ping Timeout (Default: 60s) - System akan reboot ketika 6 kali test PING dan hasilnya 'Timeout' atau tidak reply. Pengetesan PING dilakukan setiap 10 detik sekali. Sehingga jika ditotal menghasilkan nilai default 60 detik atau 1 menit.
  • Ping Start After Boot (Default: 00:05:00) - Untuk menentukan seberapa lama setelah reboot, system tidak melakukan test dan ping ke watch-address. Dengan kata lain secara default ketika watch address di-setting dan hasilnya tidak reply, maka system akan melakukan reboot router setiap 6 menit.
System juga akan membuat file supout.rif dan disimpan di menu "/Files" untuk pengecekan lebih lanjut perihal konfigurasi yang ada atau bisa juga dikirimkan ke Tim MikroTik Support untuk melakukan konsultasi.

Jika kita tidak bisa langsung remote akses ke router untuk mengambil file supout.rif yang di-generate, maka kita bisa juga mengirimkan file supout.rif tadi melalui email.

 

*) Note:
Untuk kebutuhan diatas pastikan IP Address yang diisikan memiliki 'down-time' yang sedikit. Misal, kita setting dengan menggunakan IP Address dari perangkat server atau bisa juga dengan IP Public seperti Google (8.8.8.8, 8.8.4.4), Cloudflare (1.1.1.1).
Jika tidak demikian walaupun kondisi perangkat baik, akan dilakukan reboot ketika system watchdog tidak bisa menerima reply dari IP Address tersebut.




Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Fitur & Penggunaan