username
password
daftar | lupa password  
Keranjang Belanja | Detail
barang, Rp ,-
Di luar PPN, diskon %
 
Cari produk:
 
Halaman Muka
Produk
Voucher MUM
Lisensi (dgn DOM)
Lisensi (tanpa DOM)
Upgrade Lisensi
Cloud Router Switch
Interface
Switch
MikroBits Switch
RouterBoard (only)
Router Indoor
Wireless Indoor NEW
Router Outdoor
RouterBoard 2011
RouterBoard 3011
MikroBits Aneto
MikroBits Ainos
MikroBits Celoica
MikroBits Dinara NEW
Cloud Core Router
Wireless Indoor 800
Wireless Outdoor 800
Wireless Indoor 493
Wireless Indoor 433
Wireless Outdoor 433
Wireless Outdoor 435
Wireless Indoor 411
Wireless Outdoor 411
Wireless Outdoor 900
Wireless Outdoor 711
Groove
Metal
Embedded 2.4GHz
Embedded 5.xGHz
Indoor Antenna
RF Ellements
Outdoor Antenna
SFP Transceiver
Mikrobits Fiber Patch
NetProtector NEW
Perlengkapan Lain
Discontinued
Rancang Sendiri
Aplikasi Bantu
Pelatihan
Manual & Dokumentasi
Download Area
Artikel
Tips & Trik
Mikrotik @ Media
Fitur & Penggunaan
Tentang Kami
Aturan & Tata Cara
Layanan Pelanggan
BGP-Peer NEW
Kontak Kami
 
 
 

Artikel

Wawancara dengan CTO Mikrotik Arnis Riekstins

Kategori: Mikrotik @ Media
Share


Dalam dunia router, mesin yang berfungsi mengarahkan alamat di Internet, Cisco merupakan nama yang sudah tidak diragukan lagi. Tetapi di dunia lain, nama Mikrotik, yang berbentuk software, lumayan dikenal sebagai penyedia solusi murah untuk fungsi router, bahkan kita dapat membuat router sendiri dari komputer rumahan.

Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan Internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini sejenis NAT, dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan software Mikrotik merupakan solusi terbaik. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah orang Amerika yang berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanik di sekitar tahun 1995.

Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Molcova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Ketika saya menanyakan berapa jumlah pelanggan yang dilayaninya saat ini, Arnis menyebut antara 10 sampai 20 pelanggan saja, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Padahal dengan wireless di Jogja dan Bandung saja, kemungkinan besar mereka sudah kalah bersaing.

Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.

Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.

Ketika ditanya siapa saja pesaing Mikrotik, Arnis tersenyum dan enggan mengatakannya. Sewaktu saya simpulkan tidak ada pesaing, Arnis dengan sedikit tertawa menyebut satu nama yang memang sudah lumayan terkenal sebagai produsen perangkat keras khusus untuk teknologi W-LAN, yaitu Soekris dari Amerika. Tujuan utama mereka berdua adalah membangun software untuk routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang, sehingga akhirnya mereka membuat berbagai macam perangkat keras yang berhubungan dengan software yang mereka kembangkan.


DI YOGYAKARTA - Arnis, CTO Mikrotik ketika berada di Yogyakarta bersama tim dari Mikrotik Indonesia (Citraweb)

Semangat Mikrotik ini agak berbeda dari kebanyakan perusahaan sejenis di Amerika, karena mereka berkonsentrasi di pengembangan software lalu mencari solusi di hardware-nya dengan mengajak pihak ketiga untuk berkolaborasi. Dan kita dapat melihat ragam perangkat yang mereka tawarkan menjadi semakin banyak, mulai dari perangkat yang bekerja di frekwensi 2,4GHz dan 5,8GHz sampai ke interface dan antena.

Keahlian Mikrotik sebetulnya di perangkat lunak routernya, karena terlihat mereka berjualan perangkat W-LAN dengan antena omni yang sangat tidak dianjurkan pemakaiannya di dunia W-LAN, karena sangat sensitif terhadap gangguan dan interferensi. Walaupun punya tujuan yang sangat jelas, yaitu mendistribusikan sinyal ke segala arah sehingga merupakan solusi murah.

Kepopuleran Mikrotik menyebar juga ke Indonesia. Pertama kali masuk tahun 2001 ke Jogja melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dan kawan-kawan, lalu meluas menjadi satu solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN. Kebetulan sekali, Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang populasi pemakaian W-LAN-nya terbesar kalau dibandingkan luas daerahnya.

Keberhasilan Mikrotik me-routing dunia merupakan satu contoh, bahwa kita semua mampu membantu calon pemakai Internet untuk masuk ke dunia maya, terutama membantu membangun infrastrukturnya.

Michael Sunggiardi



Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Mikrotik @ Media

 

muka - tentang kami - produk - artikel - kontak kami
 
Copyrights ©2005-2017 Citraweb Nusa Infomedia. All Rights Reserved. Generated in 0.0047 second(s).
Your IP: 54.197.187.2