username
password
daftar | lupa password  
Keranjang Belanja | Detail
barang, Rp ,-
Di luar PPN, diskon %
 
Cari produk:
 
Halaman Muka
Produk
Voucher MUM
Lisensi (dgn DOM)
Lisensi (tanpa DOM)
Upgrade Lisensi
Cloud Router Switch
Interface
Switch
MikroBits Switch
RouterBoard (only)
Router Indoor
Wireless Indoor NEW
Router Outdoor
RouterBoard 2011
RouterBoard 3011
MikroBits Aneto
MikroBits Ainos
MikroBits Celoica
MikroBits Dinara NEW
Cloud Core Router
Wireless Indoor 800
Wireless Outdoor 800
Wireless Indoor 493
Wireless Indoor 433
Wireless Outdoor 433
Wireless Outdoor 435
Wireless Indoor 411
Wireless Outdoor 411
Wireless Outdoor 900
Wireless Outdoor 711
Groove
Metal
Embedded 2.4GHz
Embedded 5.xGHz
Indoor Antenna
RF Ellements
Outdoor Antenna
SFP Transceiver
Mikrobits Fiber Patch
NetProtector NEW
Perlengkapan Lain
Discontinued
Rancang Sendiri
Aplikasi Bantu
Pelatihan
Manual & Dokumentasi
Download Area
Artikel
Tips & Trik
Mikrotik @ Media
Fitur & Penggunaan
Tentang Kami
Aturan & Tata Cara
Layanan Pelanggan
BGP-Peer NEW
Kontak Kami
 
 
 

Artikel

Mengenal System BIOS di RouterBoard

Kategori: Tips & Trik
Share


Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa RouterBoard merupakan sebuah PC, yang juga memiliki processor, RAM, storage, dan lain - lain, akan tetapi dengan dimensi yang cukup kecil. Di desain untuk memenuhi kebutuhan jaringan secara optimal. Seperti halnya PC pada umumnya, di dalam RouterBoard juga terdapat system BIOS sederhana. Kira - kira apa fungsi dari BIOS tersebut ?. Salah satunya, sistem bios ini cukup berguna ketika kita mengalami permasalahan pada RouterBoard, misalnya RouterBoard tiba-tiba mati dan tidak kembali menyala. Langkah troubleshooting sederhana bisa kita lakukan dengan mengamati proses yang terjadi dengan akses pada RouterBoot atau bootloader RouterBoard. Akses bios RouterBoard bisa dilakukan via serial port dengan kabel RS232/DB9.


Jika kita mencoba akses ke console router melalui PC/laptop yang tidak memiliki port serial, maka kita bisa kombinasikan dengan converter serial to USB. 


Topologi sederhana, kita hubungkan port USB pada laptop ke port serial pada RouterBoard menggunakan kabel serial. Jika topologi sudah terbangun, siapkan aplikasi seperti HyperTerminal, Putty, atau sejenisnya. Program ini yang akan kita gunakan untuk melihat proses booting RouterBoard via console. Caranya setting hyperterminal pada baudrate 115200 dan pastikan port yg digunakan sudah benar. Jika kita tidak yakin, kita bisa cek di Device Manager pada Windows.


Untuk proses booting normal, artinya router tidak mengalami permasalahan atau kerusakan secara hardware, maka akan terlihat proses berikut :

 

Pada sistem bios ini kita juga bisa melakukan konfigurasi selayaknya bios pada PC. Misal, mengubah boot device, boot protokol, cpu mode ,dan masih banyak lagi. Kasusnya, jika tiba - tiba RouterBoard tidak dapat booting dengan normal. Maka kita bisa cek proses booting RouterBoard menggunakan kable serial, misal ternyata proses boot berhenti. Contoh gagal booting karena kernel rusak atau hilang.

 

Dengan kerusakan kernel seperti diatas, kita bisa melakukan troubleshooting dengan cara install ulang RouterBoard menggunakan Netinstall. Pada saat proses booting pertama kali, tekan sembarang tombol untuk masuk setting bios.

 

Tekan tombol "o" untuk mengubah boot device yang sebelumnya via NAND, akan kita ganti menjadi via ethernet. Jangan lupa jalankan program netinstall pada PC/Laptop yang akan digunakan untuk meng-install ulang RouterBoard.

 

Kemudian hubungkan juga Router ke PC/Laptop dengan kabel ethernet. Jika RouterBoard berhasil booting via ethernet akan muncul tampilan berikut :

Pada saat bersamaan, mac-adress RouterBoard akan muncul pada aplikasi Netinstall. Lakukan langkah Netinstall sperti biasa. Selain itu, ada beberapa tampilan proses booting yg bisa dijadikan untuk analisa kerusakan. Misalnya tampilan "kernel panic", artinya kernel RouterOS mengalami kerusakan sehingga router gagal booting. Jika kita menemui error seperti ini, solusinya adalah dengan melakukan Netinstall. Atau misal Tidak ada tampilan proses booting, solusi yang bisa kita coba lakukan misal dengan  downgrade, kemudian coba Netinstall, jika tetap masih belum bisa, cek hardware. Misalnya pada saat remote console, yang tertampil malah karakter tidak terbaca. Hal ini bisa menjadi indikator kerusakan hardware, biasanya RAM yang bermasalah. Solusinya kita bisa klaim garansi melalui proses RMA. Selain itu, pada bios juga dapat dilakukan beberapa setting seperti mengubah boot delay,memory testing dan sebagainya. Sayangnya, tidak semua RouterBoard memiliki serial port. Mungkin juga tidak banyak yang sadar akan fungsinya.





Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Tips & Trik

 

muka - tentang kami - produk - artikel - kontak kami
 
Copyrights 2005-2017 Citraweb Nusa Infomedia. All Rights Reserved. Generated in 0.0047 second(s).
Your IP: 54.224.247.75